Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cintaku yang Terbaik

Cintaku yang Terbaik

Panji pun pergi tanpa mengucapkan sepatah kata. Amanda! Apa yang sudah kamu lakukan barusan? Benarkah begitu caranya? Cara terbaik yang terlintas di pikiran kamu? Memanfaatkan orang yang sudah begitu baik, agar orang baik lainnya menyingkir dari kehidupanmu? Benarkah semua ini tidak akan menjadi masalah? Hanya diam, itulah yang Amanda dan Arjuna lakukan, setelah menenangkan pikiran masing-masing. Litha meninggalkan mereka berdua agar bisa bicara lebih leluasa. Tetapi mereka hanya diam.
4.6K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as tere liye terbaik
Read
+Library
Kusiapkan Perpisahan Terindah

Kusiapkan Perpisahan Terindah

Namun, aku tak tahu apakah alasan yang dia berikan adalah alasan yang sebenarnya. Aku mendengus pelan, lalu tersenyum tipis dan menjawab, “Baiklah, Mas. Tidak masalah kalau begitu. Ini juga sangat bagus.” “Ya, benar. Ini memang liontin yang sangat bagus. Apalagi dipakai oleh wanita secantik kamu, Sayang,” ujarnya yang terkesan sengaja merayuku. Aku tersenyum, berpura-pura terkesan dengan rayuannya. Rasanya setiap kata yang kini keluar dari mulutnya hanya pemanis buatan yang pelan-pelan akan menghancurkan orang yang mengonsumsinya.
1027.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as tere liye terbaik
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Mereka tidak perlu tahu yang sebenarnya terjadi, pikirnya, mencoba untuk tetap tenang. "Ah, biasa saja," jawab Gracya sekenanya. “Shift malam sama aja kayak shift lainnya, kok. Malah kadang terasa lebih sepi, ya kan?” Rita mengangkat alis, lalu tertawa kecil. "Bohong tuh kamu, Grace! Katanya sih, ada cerita tentang lonceng kematian yang kedengarannya cuma waktu shift malam. Kamu pernah dengar nggak, sih? Yang katanya kalau dengar suara lonceng di malam hari, bakal ada yang meninggal?”
1.1K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as tere liye terbaik
Read
+Library
Bukan Surga Terindah

Bukan Surga Terindah

seloroh Siti. “Berdoa, Sit! Berdoa!” sambar Leli yang membuat mereka semua tertawa. “Lagian kenapa harus Rumi, ya? Kan ada kita-kita juga yang secara usia nih, ya, lebih matang. Harusnya kita yang lebih dulu diselamatkan dari kejomloan,” ujar Siti lagi. “Mereka mah milih yang masih kinyis-kinyis. Kita ketuaan kali. Sudah alot,” sahut Leli dengan tawa lagi.
107.3K viewsCompletedAdded to Library 284 Times as tere liye terbaik
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status