Tergoda Teman Papa
Matanya melebar melihat hamparan laut biru yang begitu jernih, bahkan dari kejauhan sudah terlihat gradasi warna yang begitu cantik.
“Serius… kita naik itu?”
Andrew mengangguk santai. “Iya. Resort-nya di pulau seberang.”
Bricia terkekeh kecil, masih tak percaya, tapi tetap mengikuti langkah Andrew naik ke atas speedboat.
Tak lama, mesin speedboat itu dinyalakan.
Perlahan, lalu semakin cepat, mereka mulai meninggalkan dermaga.
Angin laut menerpa wajah, membawa aroma asin yang khas. Rambut Bricia yang tergerai tertiup angin, sementara tangannya refleks menggenggam lengan Andrew agar tetap seimbang.