Nafkah yang Keliru
Make upnya bagus kok, sebenarnya aku sudah lama mengincar MUA itu.
[Sofia.]
[Ya, jadi bagaimana? jadi ambil yang termurah?]
[Aku beruntung banget dapat istri kayak kamu.]
[Musa, aku tanya apa kamu jawabnya apa.]
[Kita pakai yang kamu mau.]
[Makasih ya, maaf aku merepotkanmu.]
[Tidak sama sekali.]
[Wassalamualaikum, Musa.]
[Waalaikumsalam, calon istriku.]
“Jiah, calon istri hahhaa,” ucapku yang malah geli sendiri pada pesan yang kuketik terakhir kali.