Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Fix, ini udah masuk level krisis.
“Ma, tahan amarah, dengerin aku dulu ya—”
“Dengerin kamu?!” Mama menatapku tajam. “Dek, kamu baru saja bilang di depan pengunjung cafe, bahwa kamu calon istri KAIS!”
Aku menunduk, pura-pura melihat kuku biar nggak kena tatapan maut. “Tapi ‘kan aku berusaha jujur, Ma.”