Exit
April berteriak, berjalan ke arahku dengan wajah sumringahnya.
Belum sempat aku membuka suara memberi selamat. April sudah dulu memeluk tubuhku erat hampir susah bernafas, aku yang tidak punya tenaga besar membalas pelukan dengan menahan nafas.
“Aku berhasil lagi. Terima kasih, ya.” April melepaskan pelukan, membuatku merasa lega bisa bernafas lancar.
“Kan, apa aku bilang,” ujarku masih mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
Hot Chapters