Ibu Susu Untuk BOSKU
Tanganku gemetar saat meraih pegangan pintu, dan ketika aku mendorongnya terbuka, aku merasa seolah dunia runtuh di atas kepalaku.
Angel terbaring di sana, begitu tenang, begitu damai. Tubuhnya yang kecil tak lagi dihubungkan dengan mesin-mesin medis, wajahnya tampak seperti saat dia tidur. Namun, tidak ada napas, tidak ada gerakan, tidak ada kehidupan. Aku berjalan mendekat dengan langkah yang hampir tak terasa, setiap langkah semakin menusuk hatiku. Setiap langkah adalah pengingat kejam bahwa ini bukan mimpi buruk yang bisa kuhindari—ini adalah kenyataan yang harus kuterima.