Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Ini bab tentang seseorang yang menemukan bahwa 'Setelah' bukan sebuah akhir, melainkan titik pandang yang paling jelas, ketik Alea.
Jemarinya bergerak dengan ritme yang konstan.
Setelah kebohongan dibongkar, setelah gedung diruntuhkan, dan setelah luka dinamai, kita tidak mendapatkan kedamaian yang statis. Kita mendapatkan realitas yang jujur. Dan realitas itu menuntut kita untuk tetap hadir setiap hari.