Menikahi Bu Manajer
Menyadari permainanku, dia pun bertingkah.
“Jangan begitu, malu di depan mama,” ucapnya.
Aku melirik mama, melihat kami seperti ini dia menutup mulut sambil terkekeh.
“Malam pertamanya juga jadi terlewat, ya,” celoteh mama.
“Malam pertama masih bisa dilakukan kapan saja, iya kan, Sayang?” Lagi-lagi aku mengecup pipi Erika. Dia menginjak kakiku sembari berkata, ”Iya, kapan saja.”
Bab Populer