Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
COMEBACK

COMEBACK

Aku hanya bisa diam dan menerima semua ucapan buruk yang ditujukan padaku itu. “Kalah lagi. Kapan kita akan beruntung lagi, Ayah?” tanya Edwin pada Ayah. Pasti mereka sedang membahas tentang judi. Aku yang baru keluar dari kamar mandi dan hendak kembali ke kamar tidak begitu memedulikan mereka. Namun lagi-lagi aku mendengar kata-kata yang sangat menyakitkan hati. “Kita hanya akan beruntung jika anak pembawa sial itu enyah dari muka bumi ini.” Jawab Ayah terdengar sangat santai. Seperti ia mengatakan hal yang biasa dan tidak menyakiti hati orang lain.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as play the game
Read
+Library
Ludus

Ludus

Jaringan wifi sekolah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendapatkan kepuasan mereka seperti Ranti dan Syami contohnya yang sedang asik mengunduh satu judul drama korea yang sudah diincar sejak beberapa hari yang lalu, Aryani yang tengah video call bersama Putra karena sang kekasih tak bisa menjemput karena ada tugas dikampusnya, Lili dan Anggun yang sibuk dengan game online nya dan Malia yang tengah menguduh berbagai macam referensi untuk ekskul madingnya dan Bintang yang tengah asik melamun dan sesekali membalas pesan Darga. "LAH KO GUE MATI?" Teriak Lili membuat keenam sahabatnya mendelik kaget. "bego sih!" dengus Anggun yang masih asik bermain game online. "GA MAU LAGI AH! ngeselin anjir
104.8K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as play the game
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Ia berniat mengatakannya di dalam hati, siapa sangka suaranya terdengar cukup lantang. Ervin tidak perlu memperjelasnya lagi. Otaknya malam itu terasa sangat encer, sampai ia bisa mengerti apa yang disampaikan Arla melalui kata-kata singkatnya. Dan cara main seorang player sebenarnya bisa dibilang sama. Tertarik, dekati, jalani, putus. Sesimpel itu. “Aku mau dessert deh.” Arla bangkit dari duduknya. “Ya udah yuk, ke minimarket bawah.”
1039.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as play the game
Read
+Library
Hamil Anak Om Miliarder

Hamil Anak Om Miliarder

"Hai, Sayang! Aku pulang..." Cup! Dea terkejut, "Oh udah pulang." "Iya, kamu fokus banget sih jadinya gak denger ya?" tanyanya. "Iyalah aku harus menang kali ini!" Juna melihat beberapa menit permainan yang sedang Dea mainkan, itu game adventure yang bisa dimainkan tak hanya satu pemain. "Em, gimana kalau kita main bareng?" "Ayo! Aku bosen banget main sendiri dari tadi, Papi gak bisa diajak ngegame."
1046.6K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as play the game
Read
+Library
LIGNEE

LIGNEE

tanya Kevin “Mengapa kita masuk ke mobil ini?” “Sayang, dengarkan aku. Kita akan bermain game.” “Permainan?” “Mari bermain petak umpet. Kau akan bersembunyi di mobil ini dan tidak akan keluar apa pun yang terjadi, oke?” “Dari siapa aku bersembunyi?” “Semua orang. Tidak ada yang akan menemukanmu dan kita akan memenangkan permainan. Oke?” “Oke. Di mana ibu akan bersembunyi?”
104.9K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as play the game
Read
+Library
My Game Boyfriend

My Game Boyfriend

Ia segera mengecilkan tampilan permainan di layar komputer; segala rencana untuk siaran langsung pun langsung terlupakan begitu saja. Jari-jari Arthur sedikit gemetar saat ia mengetik balasan, pikirannya berpacaran membayangkan segala hal yang ingin ia lakukan padamu. Sifat posesif dalam dirinya bangkit sepenuhnya, menuntut agar ia menandaimu sebagai miliknya. “Kamu sedang memainkan permainan berbahaya,” tulisnya, nada kalimatnya bercampur antara peringatan dan keinginan yang membara. “Aku bisa saja memenuhi ajakanmu itu.”
712 viewsCompletedAdded to Library 26 Times as play the game
Read
+Library
Suamiku Karakter Game

Suamiku Karakter Game

Namun satu hal jelas di tengah kegelapan ini: pria itu takkan menyerah, bahkan di hadapan maut sekalipun. "Ayo cepat!" seru seorang gadis yang tengah berbaring santai di atas ranjang, jari-jarinya lincah menyentuh layar ponsel. Mata gadis itu berbinar penuh antusias, terpaku pada adegan dalam game yang sedang ia mainkan. Dunia di sekitarnya seolah memudar, digantikan oleh dunia virtual yang penuh aksi dan emosi. "Kakak Ara! Tolong belikan beras!"
102.2K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as play the game
Read
+Library
Aku Bukan Perempuan Mainanmu

Aku Bukan Perempuan Mainanmu

"Saat gue menarik diri ketika kita baru masuk permainan, lo kembali meluk tubuh gue dan berkata eat me Kian, just do it. Lo lupa? Atau lo punya alibi untuk njebak gue?" Aku lupa jika pernah dengan jijiknya menyerahkan tubuhku ke dalam lembah hina itu bersama Kian. Kami merengkuh kenikmatan penuh dosa itu dengan bahagianya. Bahkan dengan senang hati melayani nafsu Kian yang belum padam setelah permainan pertama usai.
10133.9K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as play the game
Read
+Library
Playdate

Playdate

tanya Lily dengan nada menyindirnya. “Dekat sama kamu otomatis dekat sama orang-orang terdekatmu.” Gema menjawab santai “Kita lihat pertandingan gamenya, nanti ada juga stand buat game-game terbaru. Aku yakin kamu suka lihatnya, jadi kita lihat dulu pertandingan final ini.”
2.8K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as play the game
Read
+Library
Dibalik Dendam Sekretaris

Dibalik Dendam Sekretaris

Musik pembukanya pecah dari speaker kecil yang berdebu. "GAME—" "START!" Suara ketukan keyboard dan musik bawaan dari game tersebut memecah keheningan di dalam warnet yang sepi ini. Mereka berdua tampak begitu serius dalam bertanding, raut wajah Aruna juga tampak tak ingin kalah lagi hari ini. Jumlah kekalahannya sudah sangat banyak, aneh sekali kenapa dia selalu kalah dari pria ini? Vio bermain dengan senyum lebar seolah bukan apa-apa.
669 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as play the game
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status