Catatan Luka Istri Rahasia
Ketakutan yang Mas Satya sering katakan, baru aku rasakan sekarang.
"Teman-teman semua, boleh minta perhatiannya?" Mas Satya melantangkan suara, sehingga tamu yang belum sempat melihat Mas Satya, bisa mengarahkan pandangan ke arah kami. Aku semakin gugup, dan meremas genggaman Mas Satya. "Sebelumnya, terima kasih banyak karena teman-teman semua sudah datang ke sini. Saya sangat berterima kasih atas waktu dan kesempatan yang sudah diluangkan. Saya berdiri di sini, untuk mengumumkan tiga hal penting, yang sekiranya penting untuk teman-teman entertainment semua ketahui. Pertama ...." Mas Satya menarik napasnya panjang sembari melirik satu-persatu manusia yang hadir. Beberapa tampak asing di mat
Hot Chapters