DALAM DEKAPAN WANITA MALAM
“Iya, Mas. Baik, kok. Cuma … di sini agak deg-degkan.”
Damar mendadak menatap panik saat Keyra memegang dadanya. “Sakit?”
Keyra menggeleng. Gelengan pertama setelah beberapa waktu. “Enggak. Kayaknya lagi jatuh cinta.”
Damar mendadak lemas tubuhnya. Percuma mengkhawatirkan perempuan unik di depannya. Kemudian tanpa disadarinya, Damar mengembuskan napas lega. Lalu kembali terbayang pertemuan pertamanya dengan Keyra, di bawah atap toko yang telah tutup, di tengah hujan badai yang tak kunjung usai, perempuan itu dulu menangis tersedu, menyuapkan botol susu yang dilarutkan dengan air hujan dengan wajah dan bibir hampir membeku. Membuat Damar tergugah iba dan simpatinya, seketika ingin menolong da