Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Mungkin itu adalah pertanda bangus untuk Lisa. Setelah infus yang kedua , Lisa ingin mandi, biasanya Lisa meminta air panas untuk Lisa mandi ( setiap kelahiran anaknya yang lain).Tapi kali ini ,Lisa tidak melakukannya, dia turun sendiri dari ranjang , pada saat turun, cairan darah mengalir dari pahanya sampai kelantai, kira kira diameternya ada mencapai 1 meter.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti untuk Suami Buruk Rupa

Pengantin Pengganti untuk Suami Buruk Rupa

Dokter itu menunjuk salah satu ranjang, tapi Ruby masih melanjutkan pertanyaannya. “Apa saya harus melakukan pemeriksaan menyeluruh? Apa…” “Tenang dulu. Anda tidak perlu panik. Kalau hanya sesekali, mimisan tidak berbahaya. Bisa jadi ia hanya lelah. Tapi Anda harus mencatat kalau mimisan ini terjadi lagi—berulang kali.” Dokter itu tersenyum menenangkan. “AJ demam tiga hari lalu, turun setelah minum obat. Apa hal ini terjadi karena pengaruh itu?” tanya Ruby. Ia masih panik.
1077.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Ernhy Ahza II
yg pling ku suka itu saat Asher mlah menuduh ruby dan trnyata dia slah orng krna blum tau ruby memiliki kembran ... pas tau klu orng yg dia kata"in trnyata slah orng kicep deh tuh si Asher ... Bgtu pun dngan Liz dia nggak tau klu Asher itu tamu ed ... Seru dan bkin ngikik baca mreka sprti tkus & kucing
ENY YULIKA
Kalo tentang ide cerita setiap novel pasti memiliki keunikan tersendiri. Tapi tentang kekuatan bahasa novel ini adalah yang terbaik yang pernah saya baca. Author jelas memiliki kecerdasan tingkat tinggi yang tidak bisa saya bayangkan dari mana dia mendapatkannya. Satu kata "terima kasih"... .........
Baca Semua Ulasan
Bukan Surga Terindah

Bukan Surga Terindah

kata Hanan. Rumi kembali pada Hanan dan berkata, “Ini sudah biasa terjadi. Biasanya kalau aku lagi capek emang suka mimisan.” Tak ada kebohongan yang terpancar dari sorot mata gadis itu hingga membuat Hanan percaya padanya. Memang sudah cukup lama Rumi mengalami hal seperti ini. Setiap kali kelelahan, maka dia akan mimisan. Dan selama ini Rumi merasa tidak ada masalah dengan itu. Memang akan terasa tidak nyaman saat darah itu akan keluar. Dia akan merasa pusing, tetapi begitu selesai, rasanya lebih enteng. Setiap kali mengalaminya, dia hanya butuh istirahat sedikit lebih lama dari biasanya, maka semua akan kembali baik-baik saja.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

tanya Juan—mendadak penasaran. "Enggak terlalu, cuman pas zaman kuliah apalagi masa-masa skripsi, aku beberapa kali mimisan pas demam. Jadi enggak aneh lagi karena ini bukan pertama kali." "Enggak periksa ke rumah sakit?" tanya Juan. "Seharusnya cek karena mimisan yang kamu alamin enggak cuman sekali." "Buat apa? Aku sehat," kata Senja. "Seperti yang aku bilang, mimisannya cuman datang pas demam. Nanti setelah sembuh juga enggak."
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Baca
+Pustaka
Aku Tak Mau DiMadu

Aku Tak Mau DiMadu

jawab Dokter dengan penuh perhatian. Meskipun lega mendengar bahwa tidak ada masalah yang serius, Sandi masih ingin tahu apa penyebab sebenarnya dari mimisan yang dialaminya. Rasa kekhawatirannya belum sepenuhnya hilang, dan dia berharap dapat mendapatkan jawaban yang memuaskan. "Masa sih, Dok? Tapi kenapa aku bisa mimisan, ya? Soalnya sedari kecil aku belum pernah mengalaminya." Sandi mengerutkan dahinya heran.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Baca
+Pustaka
Ketika Luka Menyapa

Ketika Luka Menyapa

Bahkan untuk ke kamar mandi pun ia begitu malas. Matahari mulai merangkak naik, membuat teriknya semakin menyengat dikala bersentuhan dengan kulit. Arumi? perempuan itu tetap pada posisinya, bahkan ia melewati sarapannya. Tak ada secuilpun makanan atupun minuman yang masuk ke tubuhnya. Ia kehilangan semangat hidupnya, ia telah rapuh, ia merasa putus asa. Rasa pusing yang sedari semalam menderanya kini semakin menjadi-jadi, bahkan ia sampai menjambak rambutnya berharap rasa sakit di kepalanya bisa menghilang dengan cara seperti itu, tapi nihil, rasa sakit itu semakin membuatnya tersiksa bahkan ia sampai menjerit merasakan sakit itu. Sebuah cairan yang terasa hangat keluar dari hidung Arumi y
1066.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

“Karin, Saga sedang ke mushala. Mau shalat katanya.” Aku mengangguk. Mama duduk di hadapanku. Membelai kepalaku perlahan. “Tenang, Sayang. Kata Dokter kamu nggak apa-apa. Darah yang keluar cuma karena pembuluh darahmu yang sensitif. Kamu dari kecil kan memang sering mimisan. Kamu tahu, Hangga sampai bersujud sama Mama saking merasa bersalahnya. Mama sudah tahu cerita kalian. Sudahlah, ini bagian dari proses kehidupan. Semoga hubungan kalian semakin membaik, ya.” Mama lembut menjelaskan.
9.379.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Baca
+Pustaka
Kisah Gadis Pemburu Uang dan Lelaki Sholih

Kisah Gadis Pemburu Uang dan Lelaki Sholih

“Eh eh, iya, Nis. Maaf ya aku malah jadi melamun. He he he.” “Iya nggak apa-apa, Ro. Takutnya kalau kamu melamun gini nanti kesambet, lho.” “Yeee malah bercanda.” Anis dan Aro tenggelam dalam gelak tawa. Tiba-tiba saja dari lubang hidung Anis keluar cairan merah. Anis mimisan. “Kamu kenapa, Nis?” tanya Aro dengan nada khawatir. “Nggak tahu nih, Ro tiba-tiba aja mimisan. Sebelumnya nggak pernah gini. Mana aku sedang hamil.”
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Separah itukah kondisi tubuhnya? Setelah yakin darah sudah berhenti keluar, tidak ada tetesan yang jatuh di baju, tisu sudah dia buntal sampai tak terlihat bekas darah, dan tidak ada sisa yang terlihat di kulitnya, baru Manggala tenang. “Jangan sampai Nayara tau gue mimisan!” tegasnya sambil menatap langsung ke Jaya. “Yang kacau tuh sebenarnya siapa sih? Nay apa lu?”
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tidak pernah mimisan apakah normal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status