Karma(penyesalan)
Walau banyak airmata yang Adinda berikan untuk keluarga mereka, namun itu semua sudah menjadi takdir pernikahan mereka.
Tiba tiba, Amira mencium bau amis disampingnya. Suster yang berdiri menyaksikan kisah mereka, dengan paniknya berteriak. "Ada darah, nyonya Adinda mimisan, ia mengeluarkan darah yang banyak!" teriaknya, sambil mengelap darah mimisan gang keluar dari hidung Amira Daragmh segar yang mengalir itu, memberi warna merah dipundak baju Amira. Seketika, Amira melepaskan pelukannya. Ia begitu terkejut melihat kondisi Adinda, yang tiba tiba down. Dia yang barusan masih bisa tersenyum, kini memejamkan matanya rapat. Darah yang mengalir, seolah tak bisa dihentikan. Amira berdiri, dan be
Hot Chapters