Sebatas Mimpi
Renata menyangga dagu dengan kedua tangannya sambil mendesah, “semuanya emang nggak normal sih. Malahan aku merasa sepertinya ini bukan pertama kali aku melakukannya.”
Dena melotot, “jadi kamu udah punya keanehan kayak gini dari kecil?
“Mungkin? Aku juga lupa-lupa ingat sih sebenarnya.” Renata terkekeh, “yang aku ingat, dulu aku punya temen main, anak kecil sebaya ku, tapi tiba-tiba dia ngilang gitu aja. Itu sih, tapi mungkin mimpi biasa aja. Nggak tahu ah,” sambungnya malas.