Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gadis Luka Tanpa Cinta

Gadis Luka Tanpa Cinta

Cicilia Fajar J
Memori beberapa waktu lalu terputar di kepala Lova. "Semua orang benci sama Lova." "Kenapa?" "Karena Lova tukang ngadu." Mata Lova terpejam dengan bibir bawah bergetar. "Lo jangan mati!" teriak Lova histeris. ***** Seorang pria dengan topi biru tersenyum, "Gue kembali, Senja." "Lo sedikit terlambat."
104.2K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as topi sabo
Read
+Library
The Rich Poor

The Rich Poor

AisyahdbSA
Pengkhianatan adalah hal yang tidak dapat dimaafkan. Namun, jika dengan berkhianat dapat memberi keuntungan, lakukanlah. Pukulan dibalas dengan pukulan, darah dibalas dengan darah, pengkhianatan dibalas dengan tipuan. Seorang lelaki tua yang berada di dalam ruangan gelap tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang rapi. Sorot matanya tajam, berpakaian serba hitam dilengkapi topi fedora dengan warna senada. "Permainan akan segera dimulai," ujarnya diiringi senyum yang lebih lebar, serta jarinya yang menekan tombol ENTER. Dalam beberapa detik, setiap rumah, gedung, bahkan lampu jalanan kehilangan pencahayaan. Anjing-anjing menggonggong. Suasana malam yang sepi berubah menjadi sangat bising.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as topi sabo
Read
+Library
Pemagut Lara

Pemagut Lara

NufhaJaa
Amitha Kanyaah, setelah mengalami kesialan beruntun dirinya jatuh hati dengan Bos Besar--musuh yang seharusnya ia benci. Lelaki berparas rupawan itu penyebab keluarganya hancur dan hilang, kembali ke pelukan semesta. Lelaki itu yang membuat Akademi menuduhnya berkhianat pada negara. Lelaki itu pula yang menyuruh para bawahannya menyiksanya sepanjang hari juga malam. Lelaki itu pula yang hampir merenggut harga diri dan nyawanya. Bagaimana mungkin Amitha Kanyaah bisa jatuh cinta? * "Bos Besar tidak sejahat itu, Kanyaah. Menyerahlah!" pinta lelaki berjas putih, Domanic Elf. . "Aku tidak mengerti kenapa kamu masih hidup setelah penyiksaan ini. Aku yang menyiksamu saja lelah." Mendesah. "Tidak mau mengakui saja?" tanya Gelegar Awan. . "Gadis sialan. Kamu membuatku ingin merobek perutmu dan memasukan semua ini langsung ke dalam lambung!" umpat Qi Shaoyun. . Amitha Kanyaah hanya memejamkan mata dan menutup telinganya. Dia ingin bertahan. Hingga matanya terbuka, kini bukan lelaki serba hitam atau serba putih yang mendatanginya. Dia mengenakan jubah hijau kelam dengan topi bundar. Terdapat tongkat kecil di tangannya. Dalam satu tatapannya, Amitha Kanyaah membeku. "Setelah hampir setengah tahun hidup penuh siksaan. Haruskan aku menyerah dengan lelaki di depannya! Sungguh memalukan."
102.4K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as topi sabo
Read
+Library
Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Hari di mana aku pingsan dan didiagnosis menderita kanker stadium akhir di rumah sakit adalah hari ulang tahunku dan kakak kembarku, Nadin, yang ke-22. Aku tidak peduli dengan saran dokter untuk dirawat inap dan langsung pergi, hanya demi merayakan ulang tahun terakhir yang riang bersama keluargaku. Namun ketika aku tiba di pesta ulang tahun, aku justru dihentikan oleh pelayan di depan pintu. Dia berkata bahwa tempat ini telah disewa untuk perayaan ulang tahun putri Keluarga Yanuar, dan orang luar tidak diizinkan masuk. Di balik kaca jendela, Kakak laki-laki memegang kue, Ayah memasangkan topi ulang tahun di kepala Nadin. Bahkan pacarku juga tersenyum sambil menatap Nadin yang memejamkan mata untuk membuat permohonan. Setelah berdiri terpaku selama setengah jam, akhirnya pacarku mengangkat teleponku. "Aku tadi ke rumah sakit, sekarang ...." Ia memotong ucapanku, "Nadia, tubuhmu selalu sehat. Hari ini ulang tahun Nadin, kalau ada apa-apa, bicarakan nanti aja." Bukankah hari ini juga ulang tahunku? Hanya karena Ibu meninggal dunia akibat pendarahan hebat saat melahirkanku. Dan karena dokter mengatakan aku telah "merebut" nutrisi Nadin saat dalam kandungan hingga membuatnya bertubuh lemah sejak kecil. Semua orang pada menganggap, akulah yang seharusnya mengalah pada kakakku yang lahir lima menit lebih dulu itu. Aku meremas hasil diagnosis kanker dan membuangnya ke tempat sampah, memutuskan untuk tidak lagi bersedih karena pilih kasih mereka. Karena sejak awal aku tak pernah mendapatkan kasih sayang mereka, maka aku memilih untuk pergi selamanya.
15.9K viewsCompletedAdded to Library 428 Times as topi sabo
Read
+Library
New Arrivals
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status