Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Ia memandangi keempat sosok berpakaian mewah yang kini berlutut tak berdaya di atas lantai semen yang dingin, kedua tangan mereka terikat erat oleh cable ties di belakang punggung.
Darah masih mengering di sudut bibir Arka, dan tubuhnya yang dibalut pakaian kuli usang itu terasa nyeri akibat pukulan bertubi-tubi sebelumnya. Namun, saat menatap Arya, Maya, Dimas, dan Clara yang kini menatapnya dengan campuran antara teror dan ketidakpercayaan, seulas senyum kepuasan perlahan terukir di wajah Arka.
Itu adalah senyum seorang raja yang baru saja merebut kembali kerajaannya dari para pengkhianat.