Duka Cita
“Aku mungkin sudah terbiasa sama kamu, tapi, aku nggak ngerti … apa bisa ngelakuin yang lebih dari … gitulah pokoknya. Bohong kalau kamu nggak pengen, kan?”
“Pengenlaaah.” Arya terkekeh dengan santainya. “Tapi aku nggak akan maksa, karena aku sudah tahu kondisimu. Jadi aku bisa terima semua konsekuensinya.”
“Lah, terus ngapain dong kita nikah?” Cita kembali menoleh pada Arya yang tersenyum jahil.
“Biar kamu nggak disambar orang!” seru Arya kembali mengulang ucapannya kala itu. “Kalau begini, aku, kan, bisa tenang ngelepas kamu ke Singapur.”
Hot Chapters