Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjauhi Calon Suami Di Masa Lalu

Menjauhi Calon Suami Di Masa Lalu

Setelah terlahir kembali, aku sengaja menghindari semua interaksi dengan Nicky. Dia mendaftar ke Universitas Bakrie, aku memilih pergi ke Belanda untuk melanjutkan studi. Dia datang ke Belanda mencariku, aku justru pergi jauh ke berbagai tempat sebagai jurnalis perang. Bertahun-tahun kemudian, aku kembali ke tanah air, bergandengan tangan dengan orang yang kucintai untuk menggelar pernikahan. Dia dicegat di luar lokasi pernikahan. Dengan mata merah menyala, dia meratap. "Kenapa kamu sudah nggak mencintaiku lagi ...?"
2.4K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as toxic
Read
+Library
Saat Cinta Terkikis Habis

Saat Cinta Terkikis Habis

Setelah keguguran yang tidak disengaja, aku keluar dari kamar rumah sakit sendirian untuk mencari Axel Gunt. Aku melihatnya saat di luar ruang dokter dan ketika aku hendak mengetuk pintu, aku mendengar percakapan mereka. “Angkatlah rahim istriku, aku nggak perlu istriku melahirkan anakku.” Axel menyeret wanita di sisinya ke hadapan dokter dan mengelus-elus perutnya. “Pertahankan anak di dalam perutnya, ini satu-satunya anakku.” Aku sangat familier dengan wanita ini. Dia adalah Annie, sekretaris Axel selama tiga tahun. Axel mengingatkan dokter dengan serius dan khawatir. “Pastikan untuk menggunakan obat terbaik! Jangan sampai terjadi hal-hal yang nggak diinginkan!” Aku menarik tanganku kembali, seolah-olah terjatuh ke dalam jurang yang dalam. Aku tidak menyangka orang tercintaku akan melakukan hal sekejam ini padaku saat aku baru saja keguguran. Aku tidak menyangka bahwa kepercayaanku padanya akan berubah menjadi pisau tajam yang menusuk hatiku. Aku rasa cintaku padanya hanya bisa diwujudkan dengan melepas tangan.
10.4K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as toxic
Read
+Library
Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Keributan pecah di rumah sakit. Keluarga pasien mengamuk, pisau terhunus dan diayunkan membabi buta. Refleks, aku mendorong suamiku, Elvano Wiratama, agar selamat. Namun, bukannya menghindar, dia justru menarik tanganku, menjadikanku tameng hidup demi melindungi adik juniornya. Pisau itu menembus perutku. Dan seketika… bayi kecilku yang baru saja terbentuk, hilang untuk selamanya. Saat para rekan dokter histeris berusaha membawaku ke ICU, suamiku malah menarik tubuhku jatuh dari brankar. Wajahnya dingin tanpa rasa iba. “Selamatkan dulu juniorku!” bentaknya bengis. “Kalau dia sampai celaka, kalian semua…akan kupecat!” Suasana membeku. Semua mata terbelalak, kaget sekaligus marah. “Elvano, kamu sudah gila! Lihat dia… dia cuma lecet sedikit, sementara istrimu… dia sekarat!” Aku menahan darah yang terus mengalir dari perutku. Aku mengangguk pasrah. “Nggak apa-apa… lakukan saja… begitu,” ucapku lirih, nafasku berat. Elvano, setelah utang ini terbayar, aku tak lagi berutang apa pun padamu.
6.2K viewsCompletedAdded to Library 174 Times as toxic
Read
+Library
Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal

Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal

Setelah Hendra kembali, aku melihat kolom voting di internet: [Setelah seorang pria berselingkuh, biasanya lebih merasa bersalah pada istrinya atau kekasihnya?] Yang memilih kekasih mencapai 99% suara. Aku berbalik dan bertanya pada Hendra, "Apa kamu juga merasa gitu?" Hendra meletakkan bukunya dan menatapku dengan ekspresi acuh tak acuh bercampur lelah. "Caroline, aku sudah kembali." "Kamu mau apa lagi?"
18.9K viewsCompletedAdded to Library 528 Times as toxic
Read
+Library
Patah Hati Jam 4 Pagi

Patah Hati Jam 4 Pagi

Pukul 4 pagi, suamiku, Arvian, membangunkanku dengan lembut. Suaranya lembut, "Elisa, sayang, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" Tapi kata-katanya berikutnya menghancurkan semua harapan. "Selina lapar. Buatkan dia sup ikan." Selina adalah pembantu kami, dan dia juga selingkuhan Arvian yang sedang hamil. "Aku baru saja mendapat ikan yang segar. Pergi ke dapur dan buatkan semangkuk sup untuknya. Khusus untuk pewaris Keluarga Mahendra." Aku menolak dengan suara yang dingin. Amarahnya pun menyala dalam sekejap. "Jangan keterlaluan, Elisa." "Apa membuat sup itu terlalu sulit bagimu?" Aku menggeleng dan tetap diam. Tangannya mengusap pipiku, dan senyum merendahkan tersungging di bibirnya. "Baiklah, Elisa. Jadi kau sudah berani menentangku sekarang." "Pikirkan baik-baik, Elisa. Apa kau benar-benar ingin tetap menjadi bagian dari Keluarga Mahendra?" "Dan posisi sebagai pengacara keluarga? Pikirkan apa kau masih menginginkan semua itu... lalu beri aku jawabanmu." Melihat kesombongan di matanya, sisa cinta terakhirku padanya pun lenyap. Aku mengeluarkan ponsel dan menekan nomor yang sudah lama tak kuhubungi. "Aku ingin keluar dari Keluarga Mahendra."
4.9K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as toxic
Read
+Library
Mimpi Buruk Di Depan Bar

Mimpi Buruk Di Depan Bar

“Jangan buka bagian sana, kita masih di jalanan, aduh memalukan sekali!” Di depan sebuah bar pada tengah malam, aku dan pacarku mabuk berat hingga tersungkur di pinggiran trotoar. Hal yang tak kusangka adalah pacarku tiba-tiba menindih bokongku dan mulai menarik celana dalamku. Aku mengenakan rok pendek dan hanya ada selapis kain tipis di dalamnya. Jika sampai terlepas, bukannya semuanya akan terlihat oleh orang-orang? Baru saja hendak menolak, tapi saat aku menoleh ke belakang, barulah sadar bahwa ternyata pria ini bukan pacarku. ….
1.3K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as toxic
Read
+Library
Pengampunan Ke-99 Kali

Pengampunan Ke-99 Kali

Kalian tahu nggak? Dulu istriku, Dina Felbe seberapa sayang sama aku? Dia sampai melamar aku 99 kali biar bisa nikah sama aku. Akhirnya yang ke-100 kali, aku luluh sama kegigihannya. Pas nikah, aku kasih Dina 99 kupon baikan. Kami sepakat, selama kupon masih ada, aku bakal tetap di sampingnya. Selama 5 tahun nikah, setiap kali Dina pergi temani cowok idamannya, Irwan Suwandi, 1 kupon pun habis. Pas pakai kupon yang ke-97, Dina mulai sadar kalau aku berubah. Aku sudah nggak bikin drama, nggak nangis-nangis minta dia jangan pergi. Itu karena saat Dina lagi kalap sama sekretaris cowok imutnya, aku pelan-pelan tanya, “Kalau kau pergi temani Irwan, aku boleh pakai 1 kupon baikannya?” Dina kaget, jarang-jarang hatinya luluh dan berkata, “Oke boleh. Lagian baru terpakai 60-an kupon. Kau mau pakai, ya pakai saja.” Aku hanya mengiyakan pelan, lalu membiarkannya pergi. Ternyata Dina nggak tahu bahwa itu sudah kupon ke-97. Sekarang kupon baikan kita sisa 2.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 25 Times as toxic
Read
+Library
Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman

Penyesalan yang Dimulai dari Pemakaman

Sepuluh hari setelah longsor salju, suamiku akhirnya teringat padaku. Cinta pertamanya menderita anemia aplastik dan sangat membutuhkan sumsum tulangku. Dia pulang dengan membawa formulir persetujuan donor supaya aku bisa menandatanganinya. Namun, dia malah mendapati rumah yang kosong. Kelly bersandar lemah padanya. "Apa Vanessa begitu membenciku, makanya dia sengaja kabur dari rumah karena nggak mau donorkan sumsum tulangnya? Sudahlah, aku masih bisa bertahan beberapa saat." Kelvin menghibur Kelly dengan lembut, "Aku nggak akan membiarkan apa pun terjadi padamu. Cuma minta dia donorkan sumsum tulang kok. Itu nggak akan membunuhnya." Kelvin mengeluarkan ponsel dan mengirimiku pesan. [ Nggak peduli di mana pun kamu berada, segera kembali untuk tandatangani formulir persetujuan donor. ] [ Kamu nggak boleh begitu egois! Penyakit Kelly sangat parah. Kalau nggak segera jalani transplantasi sumsum tulang, dia akan meninggal. Cuma mau kamu donorkan sumsum tulang kok, bukan mau ambil nyawamu! ] [ Kalau kamu nggak setuju, aku akan putuskan biaya pengobatan ibumu! ] 'Kelvin, aku meninggal setelah kamu bawa Kelly pergi dari resor ski. Aku dan anak dalam kandunganku sudah mati terkubur dalam longsor salju. Demi menolongku, ibuku diterkam serigala dan juga sudah meninggal. Kenapa kamu nggak tahu?'
2.6K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as toxic
Read
+Library
Biarlah Kita Berakhir di Sini

Biarlah Kita Berakhir di Sini

"Nona Lea, apa Anda yakin mau mendonorkan semua organ tubuh Anda?" "Iya, aku yakin." Setelah Lea mengatakan ini, dia tersenyum seperti sudah bebas. Dokter malah kaget dan membujuknya lagi, "Meski kanker Anda sudah mau masuk stadium akhir, asal Anda rawat inap dan melawan penyakit ini dengan semangat, mungkin bisa memperpanjang hidup Anda."
38.7K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as toxic
Read
+Library
Kehilangan Paling Menyakitkan, Dia Takkan Kembali

Kehilangan Paling Menyakitkan, Dia Takkan Kembali

Pada hari aku didiagnosis kanker paru-paru stadium akhir, hal pertama yang aku lakukan adalah mengirim pesan putus kepada Aliando. Dokter bilang aku paling lama hanya punya enam bulan lagi. Di sisi lain, Aliando hanya membalasku dengan satu kata dalam waktu kurang dari tiga detik. [ Ya. ] Dia tidak tahu, kali ini aku bukan mencari perhatian. Aku benar-benar akan pergi. Ketika aku terbaring di ranjang rumah sakit dan bersiap menyerahkan detak jantungku kepada gadis lain .... Aliando akhirnya runtuh. Dia berlutut di samping tempat tidur dan memohon padaku, "Jangan pergi ...." Namun kali ini, perpisahanku sudah tidak ada hubungannya lagi dengannya.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as toxic
Read
+Library
PREV
1
...
2728293031
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status