Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duka Cita

Duka Cita

Selang dua hari ia memberi kabar tentang rumah kontrakan, keduanya langsung meluncur ke Surabaya. Kendati masih banyak pertanyaan di kepala Arya, tetapi ia tahu diri untuk tidak mempertanyakan itu semua. “Loh, red carpetnya mana?” celetuk Sandra lebih dulu masuk ke dalam mobil. “Dari tadi Tante cariin, nggak ada.” “Lagi dicuci, Tan.” Arya terkekeh sambil menegakkan kembali tubuhnya, saat Cita baru saja melewatinya. “Habis dipake Cannes Film Festival kemarin.”
9.839.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 994 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Luna melangkah masuk ke lift dengan pikiran kosong. Begitu sadar kembali, lift sudah berhenti di lantai bawah tanah. Seorang anak magang menyapanya dengan penuh semangat, “Kamu datang untuk melihat pameran lukisan Paula, ya? Silakan ikut denganku.” Barulah Luna tersadar, dia lupa menekan tombol lantai. Entah kenapa, kakinya malah berjalan masuk ke ruang pameran.
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Luka Ini Warisan Cinta

Luka Ini Warisan Cinta

Kukuku tertancap dalam ke pegangan kursi, ujung jariku sudah berlumuran darah. Air mata terus mengalir dari sudut mataku, jatuh ke lantai, dan berubah menjadi butiran mutiara berdarah. "Satrio, aku membencimu!" Balasan yang kudapat adalah ciuman yang hampir membuatku kehabisan napas. Satrio mengeretakkan gigi dan berkata, "Kamu membenciku? Apa hakmu membenciku?" Aku diam saja. Ciuman Satrio membuatku sangat bingung.
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Cinta Dingin Sang Pewaris

Cinta Dingin Sang Pewaris

Dan Agni membalasnya dengan cengiran bodoh di bibirnya yang berlipstik merah samar. Dengkusan pelan terdengar dari pemuda yang kini memilih berjongkok menatapi gulungan tambang super besar daripada lawan bicaranya yang berparas cantik. "Aku boleh panggil kamu Pasai?" tanya si cantik itu dengan ragu. Pasai menoleh lagi ke arahnya, kali ini seulas senyum kecil tampak terselip di bibirnya. "Terserah. Urusan kamu mau panggil aku apa," jawab laki-laki itu.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Drama Cinta Sang Duda

Drama Cinta Sang Duda

Rinjani mengajak sang duda ke luar untuk berbicara empat mata. Ia takut jika masih ada yang menguping. Dirinya tidak mau sampai Ratna dan Tama mengetahui jika mereka hanya berpura-pura. Sebuah kafe romantis di pilih Erik untuk berbicara dengan Rinjani. Alunan lagu dari band pengisi acara membuat suasana semakin sangat romantis. Sebelum itu, Erik memesan dua milk shake untuk pemanis mulut.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Dasar perempuan rempong. Tiba-tiba Rey merangkul bahu Ona, mata Ona menatap tangan Rey di pundaknya tajam kemudian beralih menatap Rey yang tidak peduli dengan tatapan Ona dan terus menatap kamera dengan senyum lebar. “Satu, dua, tiga, udah,” ujar fotographer.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Antara Aku dan Dia

Antara Aku dan Dia

Aksa yang melihat itu hanya terkekeh, dia meninggalkan Leta dan berganti baju, sebelum ikut bergabung memakan sarapannya. Hari ini Aksa mengajak Leta untuk datang ke Ginza, tepatnya di Kabukiza. Mereka akan menonton hiburan teater tradisional Jepang. Meskipun Leta tak paham dengan apa yang diucapkan oleh pemain teater tersebut, Leta cukup terhibur dengan penampilannya yang memukau. Leta menjadi kagum dengan bakat-bakat yang dimiliki oleh masyarakat Jepang.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 505 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Bayangan Cinta

Bayangan Cinta

keluh Elang dalam hati. Mereka telah duduk di kursi penonton, Lampu telah dimatikan. Layar mulai menampilkan film horor yang sedang hits. Jeritan ketakutan penonton terdengar tanpa henti. Elang memejamkan mata berapa kali. Adegan jumpscare membuat jantungnya hampir lepas, "Sial, Kenapa filmnya begitu menyeramkan. Dia akan menertawakan ku jika tahu aku ketakutan," maki Elang. Dia melirik Kara yang duduk anggun tak terganggu. Gadis itu menyilangkan kaki, menyenderkan tubuhnya sambil sesekali meminum softdrink.
9.98.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Lagi-lagi Jatuh Cinta

Lagi-lagi Jatuh Cinta

Kania yang cantik dan pintar, lalu Bima yang tampan dan atlet basket yang populer. "Aku naik taksi," jawab Kania dengan suara yang ditinggikan karena suara musik yang keras mengisi ruangan. Bima tersenyum. "Kamu sangat menggemaskan dengan pita di rambutmu," ucap Bima. Namun karena suaranya tak terdengar jelas oleh Kania, membuat Kania meminta untuk mengulangi kata-katanya. Bima mendekat dan membisikkan kata-katanya secara langsung. "Kamu sangat menggemaskan dengan pita di rambutmu, Nia."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Lika-liku Cinta Terlarang

Lika-liku Cinta Terlarang

Balas Narti. “Laiya makanya kamu buruan ngomong, jangan menggantung diriku begini, Nar. Nggak enak rasanya.” Keluh Anto sok bersikap romantis, padahal dia mendengar kalimat itu dari lirik lagu yang diputar Amina dalam mobil.
1040.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lagu cinema
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status