SCANDAL
Rahang Hanan mengeras, sorot matanya tajam, tangannya masih mengepal bahkan dadanya naik turun seakan merasakan gejolak emosi yang membara.
"Jangan beraninya sama perempuan," murka Hanan.
"Brengsek kau," umpat laki-laki tersebut dengan memegangi pipinya yang terasa sangat sakit bahkan ujung bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Kau yang brengsek, pergi dari sini atau mau kutambahin lagi," ancam Hanan yang masih emosi.
"Hanan, sudah Nan," ujar Fida dengan berusaha menarik tangan Hanan.
Hot Chapters