Seumur Hidup Terlalu Lama
“Tragedi itu pun terjadi.”
Uma memejamkan mata, mencoba menahan air matanya sendiri. Ia tidak ingin menangis lagi, tapi bayangan wajah Adek saat truk itu melintas kembali muncul di benaknya.
“Aku minta maaf, Uma,” ujar Vivi lagi. Kali ini suaranya bergetar. “Maaf karena telah merebut suamimu. Maaf karena merampas kebahagiaanmu. Maaf karena membuatmu kehilangan anakmu. Seharusnya ketika Arya menikahimu, aku tidak boleh lagi mendekatinya bagaimanapun hubungan kami sebelumnya," aku Vivi pahit. "Karena sudah terlanjur, aku tidak punya cara lain untuk menebus semuanya kecuali dengan satu hal.”