Suara Optimus Prime itu seperti cap waktu bagi banyak dari kita; setiap kali dengar, langsung kebayang truk merah-biru yang tiba-tiba jadi pemimpin bijak. Peter Cullen adalah orang di balik suara ikonik itu — dia mulai memerankan Optimus Prime di serial animasi 'Transformers' era 1980-an dan tetap dikenal luas karena itu. Ketika film live-action 'Transformers' keluaran 2007 muncul, Cullen kembali mengisi suara Optimus, dan sejak itu suara beratnya jadi ciri khas yang menempel di kepala penggemar lintas generasi.
Aku selalu suka cerita-cerita kecil tentang bagaimana seorang pengisi suara membentuk karakter. Cullen pernah bilang dia mengambil inspirasi dari suara kakaknya yang dulu marinir — itu menjelaskan kenapa nada suaranya terasa tegas tapi hangat. Selain Optimus, banyak yang kaget tahu bahwa dia juga mengisi suara Eeyore di beberapa produksi 'Winnie the Pooh'; kemampuan beradaptasinya luar biasa, dari pemimpin robot sampai ke karakter polos yang murung.
Untukku, bagian paling nagih dari kembalinya Cullen ke film-film Michael Bay adalah kontinuitas emosional yang dia bawa. Ketika Optimus bicara tentang tanggung jawab atau pengorbanan, suaranya membawa bobot yang nyata, bukan sekadar efek suara keren. Itu yang bikin karakter tetap terasa manusiawi meski dia robot raksasa. Aku selalu tersenyum tiap kali mendengar garis khasnya, karena bagi banyak penggemar itu lebih dari suara — itu identitas.