Pesugihan Kandang Bubrah
Matanya merah karena kurang tidur, dan tubuhnya gemetar seperti seseorang yang dilanda demam.
“Kau kenapa, Gibran?” tanya Ibunya khawatir.
“Ibu, aku tidak tahan lagi. Suara-suara itu… mereka terus memanggilku. Aku takut, Bu. Aku tidak tahu harus berbuat apa,” jawab Gibran dengan suara parau.
Ibunya memeluknya erat. Meskipun dia tidak sepenuhnya percaya pada cerita Gibran, dia tidak bisa mengabaikan kondisi anaknya yang semakin buruk.