Dimanja Tiga Majikan Cantik
Namun, tangannya gemetar begitu hebat hingga cangkir keramik itu beradu dengan tatakannya, menimbulkan bunyi kling-kling yang nyaring dan mengganggu.
Teh panas itu nyaris tumpah mengenai baju kerjanya yang sudah kusut. "Alah, sialan! Kenapa tangan aku nggak mau diem?!" rutuknya frustrasi, air mata kembali menggenang di sudut matanya karena merasa tidak berdaya.
Melihat hal itu, aku tidak tinggal diam.
Tanpa ragu sedikit pun, aku menjulurkan kedua tanganku ke seberang meja. Aku tangkupkan kedua telapak tanganku yang besar di atas kedua tangannya yang kecil dan gemetar itu.