ANAK TUKANG CUCI PIRING
“Duh, kasihan sekali. Iya, lumayan jauh kalau harus didorong. Saya antar saja kalau begitu, biar motornya nanti saya bawa motornya ke tukang tambal.”
“Tapi gak bakalan kenapa-kenapa ‘kan, Pak? Takutnya hilang atau gimana.”
“Ha ha. Enggak, percaya saja. Kebetulan tukang tambalnya paman saya.” Abel menatapku, tersirat kekhawatiran di sorot matanya.