Balada Asmara Biduan Dangdut
Dia lalu membawakan pisang satu sisir, ketela satu kresek, singkong, sayur-mayur dan juga jajanan pasar yang lainnya.
“Waduh, Mbok, buat apa ini? Masak pakai dibawa-bawain kayak gini? Repot ah bawanya.” Kang Bambang seperti keberatan harus membawa barang-barang seperti ini. Apalagi nanti kami mau naik kereta, bagaimana mungkin membawa barang sebanyak ini?
“Ini belum seberapa, kok.”
“Maksudnya gimana, Mbok?”
“Coba aja kalian lihat keluar warung. Tuh! Udah banyak yang ngantri mau bawain kalian macam-macam.”