Sang Penjaga Pajajaran
Halamannya berwarna gading pucat,
tulisan di dalamnya bercahaya lembut,
dan di halaman pertama tertulis:
“Kitab Layung – Naskah Rasa Pajajaran Eling.”
Ia membacanya pelan, bukan dengan suara, tapi dengan hati. Dan dari dalam kitab itu, seolah-olah terdengar suara Larisa membisik lembut:
“Rasa téh moal luntur, sanajan waktu robah. Sabab rasa téh nyawa nu teu bisa dituliskeun.”
(Rasa tak akan luntur, meski waktu berubah, karena rasa adalah jiwa yang tak bisa ditulis.)
Hot Chapters