Mag-log inSemua janjimu kuanggap nyata, tapi ternyata itu hanya bercanda. Kau datang membawa kebahagiaan, setelahnya membuat berantakan, kemudian menghilang. Tak ada hati yang baik-baik saja saat menerima penghianatan dari orang yang dipercaya, itulah yang terjadi pada Green Elira Natusha. Setelah mengalami patah hati mendalam akibat perselingkuhan kekasihnya, Green menganggap semua laki-laki itu sama, sama-sama tak bisa dipercaya sekalipun telah berjanji sedemikian rupa. Langit Danendra Adyaksa, lelaki yang hadir setelah patah hati terhebat yang dialami Green perlahan mampu membuat wanita itu keluar dari segala luka dan rasa sakit yang dialaminya. Langit yang mulanya dianggap bukan siapa-siapa berubah menjadi sosok yang paling istimewa, semua karena laki-laki itu berhasil mengubah cara pandang Green bahwa tak semua laki-laki seperti mantan kekasihnya. Akan tetapi semua berubah setelah Green dan Langit menikah, Langit menunjukkan sifat aslinya, dan hal itu sangat menyulitkan Green, ada sesuatu yang baru Green ketahui tentang Langit setelah menjadi istri lelaki itu. Kebahagiaan yang dulu Green bayangkan dan Langit janjikan menghilang, berganti dengan segala larangan dan aturan yang harus dilakukan, Green yang semula berpikir bahwa menikah dengan Langit adalah keputusan terbaik mendadak ingin putar balik. Langit hadir saat Green membutuhkan obat atas lukanya. Setelah luka hati Green disembuhkan, Langit memberikan luka baru dengan segala perbuatan dan tuduhan yang dilayangkan. Green kecewa pada Langit, namun ia memiliki keyakinan bahwa Tuhan tengah merencanakan sesuatu untuknya, tapi apa? mengapa semesta selalu mengajaknya bercanda? Mampukah Green keluar dari segala lara yang diderita dan tersenyum bahagia?
view moreMeskipun kemarin kedatangannya tak membuahkan hasil, Langit tak menyerah. Sore hari setelah pulang dari kampus, ia kembali mendatangi rumah Green. Namun, sudah satu jam menunggu Green tak kunjung datang. Langit mulai gelisah dan bertanya-tanya, apakah Green tak ada di sini? Lantas, kemana wanita itu pergi? Ponsel wanita tersebut tak bisa dihubungi, bahkan pesan yang ia kirimkan pun belum dibaca. Apa Green telah memblokir nomornya? Berbagai asumsi memenuhi kepala Langit. Rasa bersalah dan penyesalannya semakin besar, ia tak henti mengumpat pada diri sendiri, merutuki segala kebodohan yang berujung kepergian Green dari sisinya. Hari sudah mulai gelap, tak jua ada tanda-tanda kehadiran Green. Tiba-tiba, ponsel di saku celana Langit bergetar, menampilkan sebuah pengingat. Langit tersenyum, hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima, hampir saja Langit melupakan momen itu.&n
Pikiran Langit benar-benar kalut. Berhari-hari ia tak pulang dan selama itu pula tak berkomunikasi dengan Green. Langit benar-benar mengabaikan wanita yang dahulu mati-matian ia perjuangkan. Saat ini, tujuan Langit hanya satu, mencari dalang dibalik kematian Cherry. Ia tak lagi memikirkan tentang Green, bertanya soal kabar wanita itu saja tidak. Sebulan telah berlalu, Langit berhasil memecahkan teka-teki itu dengan bantuan beberapa teman yang memang ahli di bidangnya. Dugaan Langit benar, Cherry tidak bunuh diri, melainkan dibunuh. Semua data yang ditemukan polisi dan pihak rumah sakit adalah sesuatu yang sudah disusun dan direncanakan dengan matang. Hari ini, Langit datang ke kantor polisi untuk bertemu pelaku sebenarnya, Zein dan Violet. Mereka ditangkap atas tuduhan pembunuhan berencana. Langit puas saat
“Green, tolong kamu jawab semua pertanyaan saya dengan jujur,” ujar Langit begitu mereka sampai di rumah. Disaksikan oleh Kalila dan Jerry, ia berniat menginterogasi Green. Kalau benar Green menjadi penyebab kematian Cherry, Langit tak akan segan menjebloskan wanita itu ke dalam penjara sekalipun mereka masih terikat hubungan pernikahan. Green merasa diperlakukan seperti penjahat oleh Langit. Ia duduk di depan Langit, di samping kanan dan kirinya ada Jerry dan Kalila yang juga tengah menatap intens ke arahnya.. “Sebenarnya ada apa, Lang?” tanya Kalila tak paham. Pasalnya, Langit terlihat begitu marah pada Green. “Kata Violet, Green ke kost Cherry di malam terakhir sebelum dia meninggal,” terang Langit. “Jangan bilang kamu mencurigai Green? Sudah lah Lang, polisi bahkan rumah sakit bilang Cherry meninggal karena bunuh diri, bukan dibunuh,” ujar Kalila yang perlahan mulai ikhals dan menerima kepergian Cherry. “Gak Bun, Langit masih belum percaya
Sepulang dari mengajar, Langit teringat pada Cherry. Sudah lama sekali ia tak bertemu adiknya. Karena hal itu, Langit memutar arah mobilnya menuju indekos sang adik, tiba-tiba ia sangat ingin bertemu untuk sekadar menyapa dan memasikan Cherry baik-baik saja. Jalanan yang padat membuat Langit membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai di sana. Ia memutuskan memberi tahu Green akan pulang terlambat, sekaligus menghubungi Cherry perihal kedatangannya. Sampai beberapa kali panggilan, tak ada satu pun yang mendapat jawaban. Langit menerka-nerka, kemana adiknya hingga tak menjawab telepon? Apa mungkin masih bekerja? Sepertinya tidak, mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 wib. Langit mengemudi secepat yang ia bisa. Perasaanya tidak enak entah karena alasan apa, yang jelas saat ini keinginannya untuk melihat wajah sang adik amat besar. “Semoga kamu baik-baik aja,” lirih Langit sembari terus mengemudi. Langit tiba di indekos Cherry saat matahari sudah r
Violet menatap kepergian Cherry dan Zein penuh arti, setelah persahabatannya dengan Cherry rusak, ia tak pernah lagi berkomunikasi dengan wanita itu. Padahal dulu, mereka selalu pergi bertiga karena Cherry selalu memintanya untuk ikut ke mana pun ia dan Zein pergi. Tapi hari ini, mereka hanya ber
“Oke, saya setuju.”Langit tersenyum lebar. “Pilihan yang bagus, Green,” tutur Langit sambil memberikan bolpoint pada Green.Tanpa berlama-lama, Green membubuhkan tanda tangan di atas materai yang tertera namanya kemudian mengembalikan bolpoint itu pada Langit.
Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka tiba di tempat tujuan. Green yang sebelumnya sudah menghubungi Daren, tengah menunggu kedatangan laki-laki itu. Sementara Langit yang sedari tadi masih setia berada di kursi kemudi memilih memejamkan mata.“Nanti bangunin kalau temen k
“Kamu mau ke mana?” tanya Langit yang sengaja mengejar Cherry sampai parkiran saat melihat wanita itu berlari-lari di koridor kampus.“Ke rumah Green.” Cherry menjawab pertanyaan Langit sambil memakai helm.“Ngapain?”“Liat kondisi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu