Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BEDA ISTRI BEDA REZEKI

BEDA ISTRI BEDA REZEKI

Seli ditemani anak buahnya menyodorkan red velvet dengan toping cokelat. "Terima kasih," ucap Layla bahagia. Sontak teman-teman Layla menyanyikan lagu selamat ulang tahun diiringi home band. Layla tertawa bahagia. Namun, kelopaknya meneteskan air mata. Seumur-umur baru kali ini ulang tahunnya dirayakan. "Sebelum tiup lilin, ayo make a wish dulu," suruh Seli perhatian.
10147.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Musuhku

Terpaksa Menikahi Musuhku

“Aku juga baru tahu Suri bawa red velvet, setahuku dia bawanya cheesecake.” Meskipun begitu, Julie tetap mengangsurkan piring berisi sepotong red velvet yang agak besar karena berniat memakannya berdua dengan Ipang. Julie menyuap kuenya, lalu menyuapi Ipang yang sudah hampir protes karena tadinya ia yang ingin menyuapi Julie. “Aku jadi ngerti kenapa abang-abangmu sama kakak iparmu, selalu manjain kamu sampai kamu udah segede ini, Jules.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
Ceraikan Aku, Mas!

Ceraikan Aku, Mas!

"Hmm, ini enak. Tapi mungkin bisa sedikit lebih creamy?" Zayyan mencoba salmon panggang dengan saus lemon butter. Ia mengangguk puas. "Ini enak, teksturnya pas." Setelah mencicipi beberapa hidangan lain, mereka sampai di bagian dessert. Rana langsung jatuh cinta pada red velvet cake dengan cream cheese frosting. "Aku mau ini untuk dessert utama!" katanya antusias. Zayyan terkekeh. "Aku nggak kaget, kamu memang suka red velvet."
9.336.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
Takdir Perjanjian Pernikahan

Takdir Perjanjian Pernikahan

kata Marsha dan pelayan langsung memberikan red velvet cake pada Marsha. Dengan mata berbinar Marsha sudah tidak sabar untuk memakan red velvet yang ada di tangannya ini. "Sepertinya satu untuk ku saja masih kurang," gumam Marsha. Marsha langsung berjalan menuju tempat duduknya, dia sudah tidak sabar untuk menikmati red velvet yang berada di tangannya ini. Namun saat Marsha berjalan, kaki Marsha menginjak sesuatu hingga membuatnya terpeleset.
8.831.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
Destiny About Me

Destiny About Me

lagi Aya mengangguk tersenyum lega, ada Dafa yang mengerti tentang kesulitannya. "Memangnya kamu mau pesan apa? Biar aku pesankan?" Aya pun memberitahu martabak rasa apa yang ingin dia beli pada Dafa. "Pak saya pesan martabak manis rasa coklat sama red velvet satu ya," pesan Dafa pada pedagangnya. "Wah maaf mas, tempat saya nggak ada rasa red velvet, adanya cuma keju susu, coklat, kacang aja mas." Aya sedikit kecewa ketika pesanan yang ia mau tidak ada.
12.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 466 kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
The Seductive Revenge

The Seductive Revenge

"Kamu masih belum selesai mengerjakan PR?" Jelita kembali mendongak, untuk kembali bertemu dengan mata caramel indah itu. "Sudah selesai kok," bohongnya sambil menutup buku. "Oh iya, ngomong-ngomong hari ini Kakak mau beli cheesecake apa?" "Mmh... apa ya? Kamu ada ide nggak?" "Gimana kalau red velvet cheesecake?" Jelita menawarkan sambil berdiri dan berjalan menuju refrigerator. "Tuh, yang itu. Ada taburan nougat renyah sama keju di atasnya."
9.855.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai umur yeri red velvet
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Black Aurora
Buku ini pernah tayang di novelme bbrp tahun yg lalu dengan nama penulis Aswa Antari, namaku yg dulu. Dan menjadi salah satu buku awal2 nulis di platform. Jadi harap maklum kalau penulisannya agak kacau ya ... kisah dimulai dari saat Jelita remaja, hingga saatnya nanti bertemu Dexter di usia dewasa.
Vella Febrian
tor terima kasih bnyak sudah mnyajikan karya semenarik dn sebagus ini,sprti biasa karya2mu gak usah diragukan lagi..yg prnh bca novelmu pst akn sll ketagihan,dn honestly crtamu yg ini mlebihi ekspktasiku krn emg sekeren itu..smpe ktmu lgi dicrtamu yg lain yah tor,aku sll mnantikannya
Baca Semua Ulasan
Langit Merah

Langit Merah

Vano, tentu saja ketakutan. “Vano, bagaimana denganmu? berapa umurmu?” tanyanya dengan senyum kecil mencoba menekan kekesalannya dan menenangkan Vano. Ia melanjutkan bertanya tentang umur Vano dibanding menjawab pertanyaan Vano. “Aku lima belas tahun,” jawab Vano. “Kalau Garter?” tanyanya lagi. “Sama dengan Morgan, tujuh belas tahun.”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
RELATIOXIC RULES

RELATIOXIC RULES

Danish berjalan menuju ruang tengah apartemennya dan meraih kalender tersebut. “Tanggal 31 Desember,” gumam Danish pelan. Kedua mata Danish tertuju kepada undangan ulang tahun sweet seventeen dengan warna merah muda yang mendominasinya. Danish menatapnya dengan tatapan dinginnya, walau sebenarnya pikirannya mulai kacau. Pikiran Danish mulai melayang kepada warna merah muda yang merupakan warna kesukaan Alexa.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
Suami Tukang Parkirku Ternyata Tajir Melintir

Suami Tukang Parkirku Ternyata Tajir Melintir

"Iya, saya iseng saja lewat, lalu teringat dengan toko ini." Aku tertawa ringan, pura-pura canggung seperti pertemuan kami yang dulu. "Mau pesan apa hari ini, Pak?" "Kue rasa red velvet dan kopi pahit, seperti biasa," jawabnya santai. "Baik. Nara, tolong siapkan kue red velvet dan kopi pahit untuk Pak Alex, ya," pintaku pada Nara yang kebetulan berdiri tak jauh dariku.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
Pernikahan yang Membingungkan

Pernikahan yang Membingungkan

Bahkan kue red velvet yang dia genggam saja, lupa untuk dia berikan pada Chava. “Itu apa?” Chava bertanya lagi dan lagi. Chava ingin meraih paper bag yang ada di jemari Alvian, namun Alvian sudah terlebih dahulu menarik pinggang Chava hingga jarak Chava dan Alvian sangat dekat. “Cake Red velvet.” Jawab Alvian, yang kini hanya fokus pada bibir Chava. Mata Chava berbinar – binar, bibir berwarna merahnya itu kini melebar. “Oh iya? Aku mau!!!” teriak Chava, sesuai dengan bayangan Alvian saat di Toko kue tadi.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai umur yeri red velvet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status