KAMAR KEDUA
Tangannya masih memegangi pulpen, tapi tak bergerak.
“Dan ini,” lanjut notaris sambil mendorong satu lembar kertas ke arah mereka, “surat pernyataan rencana pernikahan. Bukan akad, bukan pencatatan nikah. Hanya keterangan bahwa memang ada rencana setelah masa tunggu wajib secara hukum agama terpenuhi. Biar di pengadilan nanti Pak Satria tidak perlu menjelaskan berkali-kali soal posisinya.”