Sebagai seseorang yang menghabiskan waktu bertahun-tahun mengikuti perkembangan dunia fotografi lokal, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta selalu muncul di radar. Mereka tidak sekadar mengajarkan teknik dasar, tapi benar-benar mendorong mahasiswa untuk mengembangkan identitas visual unik. Dosen-dosennya banyak yang praktisi aktif, jadi ilmu yang diberikan bukan sekadar teori.
Yang bikin menarik, lingkungan Yogya sendiri seperti laboratorium raksasa buat eksplorasi fotografi. Dari street photography di Malioboro sampai eksperimen konseptual di galeri-gelari kecil. Temanku yang lulusan sana sering cerita bagaimana kultur berkesenian di kampus itu mempengaruhi cara dia memandang setiap bidikan kamera.