Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Sementara itu, Dexter masih sibuk melayani pelanggan di bar tanpa menyadari apa yang terjadi. Di meja VIP, Airin menatap layar ponselnya yang baru saja menerima notifikasi transfer. Tangan mereka gemetar. "Kita... kita salah nggak nih, Mir?" bisiknya panik. Amira terlihat pucat. "Kalau Tia tahu gimana? Terus kalau Tia sadar nanti kita nggak ada, pasti dia tahu kalo kita udah ngerjain dia."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Undefined Hurt

Undefined Hurt

“Kalau suka ya diungkapin lah, jangan main dipendam gitu aja. Kasihan hatinya kalau dipendam terlalu lama.” Ucapan Karen sontak menyadarkan Kia dari fokusnya. “Apaan sih, Ren?” “Udahlah, gak usah sok gak tahu gitu, aku tahu kok daritadi kamu itu fokus banget ngelihatin Elvan.” Kia hanya tersenyum, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Apa sebegitu kelihatannya cara Kia melihat Elvan? “Kia, kalau suka ya ungkapin dong. Jangan dipendam gitu, kalau kamu pendam rasa kamu, gimana caranya Elvan bisa tahu?”
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
UNPLACED

UNPLACED

“Belum, Teh. Nanti akan ada karantina terus preliminary buat menjaring siapa-siapa yang masuk 10 besar. Nanti diumumkan di panggung. Selebihnya unplaced, deh.” “Unplaced?” Vika tidak benar-benar bertanya, tetapi ingin memastikan saja. Pasalnya, jika diartikan secara harafiah, kata itu berarti tidak ada tempatnya. “Ya, artinya mereka nggak kepilih. Cuma tepuk tangan doang di belakang.” Nah, berarti artinya sesuai yang seperti Vika pikirkan. “Kalau mau menang, harus apa atuh?”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

akhinya suara keras Danu berhasil menyadarkan lamunanku. “E-ehhh”terkaget menyadari sosok Danu yang sudah terduduk di meja yang sama denganku “Gila ya lo. Kesurupan setan apa sih bim? Lu akhir-akhir ini jadi banyak ngelamun. Kepusingan mikirin bayaran UKT tah? Atau masalah cinta?”Danu keheranan dengan perubahan sikapku yang semakin aneh pikirnya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Unforgettable

Unforgettable

ujar Anna, meskipun sejatinya ia masih kesal karena kebohongan Brandon. Setelah kejadian itu, Brandn segera mengungkap alasan dirinya melakukan hal itu karena ia akan terus berpurapura sakit seperti ini sampai masalah mengenai saham Pak Calvin selesai sampai tuntas, namun di luar itu ia benar-benar merasakan nyeri ringan pada bagian perutnya, juga ia benar-benar malu untuk mengatakan jika semua ini adalah perbuatan keji Ayahnya sehingga ia memutuskan untuk tak memberitahu Anna mengenai hal tersebut.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Unexpected Night

Unexpected Night

༺♤༻ “Arlene diperkosa saat usianya sangat muda.” Liam bersandar dan menoleh ke samping, menghadap Kaia sementara wanita itu memandang lurus ke depan. “Aku menyadari perubahan satu tahun setelah kejadian itu. Arlene berubah menjadi sosok yang pendiam, selalu menyendiri, tidak pernah makan di meja, selalu makan dibawah konter dan duduk dilantai dingin. Aku berpikir itu hal yang biasa tapi tidak saat melihatnya menjadi sangat pendiam. Bahkan ketika aku hendak menyentuh tangannya, dia tersentak dan cepat menghindar, saat itu aku melihat banyak memar di tubuhnya. Aku berteriak padanya, memaksa untuk mengatakan apa yang terjadi padanya dan dia mulai bercerita. Suaranya bergetar, ketakutan dan bawa
9.7121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
ABNORMAL

ABNORMAL

Gadis tujuh belas tahun itu abnormal. ***
9.96.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
REUNI

REUNI

"Gue nggak pernah nggak yakin ketika berhadapan dengan seorang klien." Aku kembali tertawa. "Tapi gue ini Wina, bukan klien lo." Dia menggaruk pelipis dan terkekeh kecil. "Lo tau kan gue itu sering bertingkah nggak masuk akal, kadang bawel, dan nyebelin?" Danar mengangguk. "Lebih dari tahu, sih." "Mood gue juga sering berubah, jam ini hepi, menit berikutnya tiba-tiba melow."
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai unnerved
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Ia menatapku bergantian dengan kartu undangan tersebut, dan tampak ragu saat mengambilnya. Sebelum membaca isinya, ia menatapku lagi sebentar. Lalu akhirnya terpaku pada kartu undangan itu untuk beberapa saat. Tampak ekspresi wajahnya berubah-ubah saat membacanya. Di awali terkejut, sempat terlihat mengernyitkan keningnya dan lalu berwajah muram. Sepertinya dia tak suka dengan isi bacaan yang ada di dalamnya dan aku sudah yakin akan hal itu. "Apa ini, Medina? Apa maksudnya namamu ada di sana?" Dilempar kasar kartu undangan tersebut di depan meja di hadapanku. Tampak kemarahan di wajahnya.
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 867 kali sebagai unnerved
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status