Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan
Neil berjalan mendekat, berdiri di hadapan Lucy yang masih terduduk dengan wajah penuh haru.
"Selamat Hari Valentine, Sayang," kata Neil lembut. "Aku mencintaimu. Aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu."
Lucy tidak tahan lagi. Ia berdiri, memeluk Neil erat. Air matanya tumpah membasahi kemeja suaminya.
"Terima kasih," isak Lucy.
Neil memeluknya erat, mengelus rambut istrinya dengan lembut. "Aku mencintaimu, Lucy. Lebih dari yang kamu bayangkan."