Istri Cantik Pilihan Mamaku
Devano masih cengegesan menggoda Valen yang panas dingin itu.
“Ish, kurang ajar!” Valen mendorong tubuh Devano dan bangkit. “Kenapa tidak bisa sedikit romantis sih, setidaknya setelah mengecup bibir tadi, kasih kata cinta kek!” Valen jadi begitu sebal.
“Haha, aku sudah memberimu mawar merah dan mengajakmu kencan, kenapa masih menunggu kata-kata cinta. Jangan bawel ya, itu sudah sama dengan ungkapan cinta!”