Dua Wajah Satu Hati
Ucap Matcha dengan senyumannya seraya menatap ke arah perutku.
"Ah iya, baik, aku panggil kamu, Matcha ya." Ucapku seraya menatap Matcha.
Matcha tertawa kecil, ia terlihat gemas dengan tingkah Vanilla yang kikuk. "Mungkin wajah saya memang pasaran, tapi saya harap kepribadian saya tidak ya." ujarnya sambil mengusap pipinya yang memar.
Aku tersenyum tipis, "Iya, semoga saja. Jadi, bagaimana perihal kerja sama kita?" Aku pun berpikir begitu, semoga Matcha tidak memiliki sikap brengsek seperti Wu Hao.
Hot Chapters