Istri Pelit Bin Medit
ujar Kak Imas sambil menelisik penampilanku dari atas ke bawah.
"Duh, Kakakku yang manis, yang cantik. Wulan itu kan murid yang berprestasi, jadi sebagai Emak yang baik, aku harus menunjang prestasinya dengan berpenampilan yang cetar. Gak mungkin kan aku dasteran?"
Kak Imas memutar bola mata malas mendengar argumenku, "Udah sanalah, cabut! Ayo Rafa, masuk."
Dasar Kak Imas, percuma banyak duit tapi gayanya udik dan ketinggalan zaman.