The Wind
Evan meneteskan air matanya, tidak sanggup untuk berthan, dia kalah, tamengnya yang terlihat tegar dan menyebalkan nan sok cool itu luruh, ikut hanyut bersama aliran air matanya.
"Gue pengen Papa gue mengakui hidup gue Vi, tapi nyatanya... dia lebih suka nyumpahin gue mati dari pada muji gue dengan 'prestasi' yang kata lo setinggi langit itu." kini dia menatapku, mata sendu dengan linangan air mata itu menatapku mencari jawaban yang aku sendiri tidak tahu harus menjawab bagaimana.
"Tapi kenapa?" pada akhirnya aku hanya bisa bertanya dua kata itu.
Chapitres populaires