Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya

Lelaki yang Tak Terlihat Kaya

Tetapi sayang sekali keduanya bahkan tidak bisa duduk tegak, apalagi berdiri. “Aku tidak tahu siapa kalian, tetapi dengarkan ini! Kalau kalian tidak menjawab pertanyaanku dengan jujur, kalian tidak akan bisa keluar hidup-hidup," kata Gerald dingin sambil memasukkan tangannya ke dalam sakunya sebelum kemudian berjongkok untuk melihat lebih dekat kedua penguntit itu. Mendengar itu, keduanya merasakan kedinginan luar biasa di punggung mereka.
924.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 648.0K kali sebagai gerinda duduk
Tampilkan Ulasan (23624)
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Achik Achik
cerita saya suka sangat bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus bagus dan bagus saya suka cerita ini
Baca Semua Ulasan
NODA DI MALAM PERTAMA

NODA DI MALAM PERTAMA

Dia memuntahkan kembali makanan yang semula masuk ke lambungnya, tapi ternyata penolakan tetap menjadi kebiasaannya akhir-akhir ini. Merasa kakinya lelah dia terduduk di sebuah Pos Ronda sekedar beristirahat sejenak setelah berjalan jauh. Keberadaannya di sana sangat mudah dijangkau oleh orang yang lewat karena memang letaknya berada di samping jalan. Rissa yang memang kebetulan tengah mencari adiknya, kedua matanya tajam menangkap seorang gadis yang tengah terduduk sendirian.
11.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Duda Tetangga

Mengejar Cinta Duda Tetangga

Gueemeees plus gregetan. Gimana tidak, si lelaki ganteng yang nota bene adalah duda sang tetangga, bersikap teramat ramah pada semua ibu-ibu dikomplek itu. Umurnya masih terbilang muda sekitar 35 tahun. Hidungnya tegak dan mancung, diatas bibirnya bertengger sepasang kumis yang legam dan kedua belah pipi serta dagunya juga dihiasi jambang dan jenggot yang tertata apik dan rapi. Kulitnya kuning langsat menambah macho si duda keturunan Arab tersebut. Dalam sekejap kegantengan si duda menjadi buah bibir ibu-ibu dalam setiap perkumpulan olah raga sore, arisan, PKK bahkan ada yang sengaja berkumpul khusus membahas tentang kegantengan si duda tetangga tadi. Hmm.. kira-kira kayak zaman Nabi Yusuf
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Mutasi Alam Liar

Mutasi Alam Liar

Semua orang langsung ambruk duduk di lantai berdebu, terengah-engah lega. Selain Budi, Jeni, dan Shinta, ada juga pasangan muda yang masih mesra sekali mereka langsung berpelukan dan saling menghibur seolah nggak ada orang lain di sekitar. Dua pria paruh baya berperut buncit, dan pria berkacamata hitam yang kemarin kehilangan istrinya. “Saya Gery,” kata salah satu pria paruh baya sambil mendekat ke Budi, berusaha ramah. “Teman saya ini. Boleh tahu nama kamu siapa, Dik?”
995 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

Doi udah punya seseorang yang di-bucin-in. "Masa iya? Ah, nggak percaya gua." "Ya udah. Nggak percaya ya urusan elu." Dinda duduk kembali di kursi teras. Dia langsung mengambil satu air mineral yang memang selalu disediakan di meja teras, menyedot dengan keras, menelannya dengan cepat.
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Gadis Buta Pilihan Sang Tuan Duda

Gadis Buta Pilihan Sang Tuan Duda

Berjalan semakin jauh, kini Dinda dan Ginda berada ditengah hutan, Dinda yang terus menopang Ginda berjalan, seraya memanggil manggil nama seseorang yang entah siapa. "Gimana ini, Nda? kenapa temenmu ngga ketemu juga?" tanya Ginda yang membuat Dinda menggelengkan kepala. "Aku ngga tau, Nda. Aduuhh mana aku pengen pipis lagi. Hemm sebentar yah aku mau pipis dulu, kamu tunggu sini dulu aja." "Tapi jangan lama lama ya, Nda. Aku takut." "Ngga kok, aku sebentar. Sini kamu duduk sini dulu," jawab Dinda seraya membantu Ginda terduduk dibawah sebuah pohon besar.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Terjebak Pernikahan dengan Duda Dingin

Terjebak Pernikahan dengan Duda Dingin

Melinda duduk di sofa depan TV sambil memperhatikan putranya yang tampak panik. "Aduh mah kenapa dibolehin? Kira kan harus bed rest nggak boleh naik turun tangga!" Samudra langsung melangkah lebar menuju anak tangga. Bahkan pria itu sampai melewati dua anak tangga sekaligus agar cepat sampai di lantai 2.
9.7120.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

Membuat Darma mengepalkan kedua tangannya. Darma pun membuat Alisa duduk di sampingnya sehingga tak banyak orang yang bisa melihat karna terhalang oleh Darma. "Kau mau pesan apa, Kau bisa kan makan ala seperti ini? " tanya Darma "Tentu jawabnnya tidak bisa, Mas. Dia wanita rendahan yang belum pernah makan di tempat mahal seperti ini, " Ucap tiba-tiba seseorang yang kini duduk di hadapan Darma dan Alisha.
101.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Duda Ting-Ting

Terjerat Cinta Duda Ting-Ting

Salam —Anggara] "APA?! PUTUS???!" Gara-gara terlalu fokus dengan ponsel, tanpa sadar aku menjerit. Lupa kalau di sekelilingku ada bude, bulik, dan kerabat lain yang sedang duduk melingkar sambil memasukkan bungkusan kacang telur ke dalam stoples. "Ada apa tho, Nduk? Kok teriak-teriak begitu?" tanya Bude Sri, saudara tertua Ibu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Gerry's Love Story

Gerry's Love Story

"Duduk dulu, Ta. Oiya, elu mau minum apa?" Jelita tidak menginginkan minuman atau apa pun juga, karena pada dasarnya hal yang paling utama adalah ingin bertemu dengan Gerry. "Nggak usahlah, nanti kita pan mau makan juga, nggak usah minumlah. Keburu kembung," jawab Jelita. "Sa ae elu dah ah! Kalau gitu kita tunggu--" Gendis tidak meneruskan ucapannya, karena dia melihat kamar utama yang tidak jauh dari ruang keluarga nampak terbuka. Gerry dan juga Gita terlihat keluar dari dalam kamar tersebut.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai gerinda duduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status