MAWAR
ujar Nico, mulutnya tidak henti meringis, wanita itu sungguh memiliki tenaga yang kuat hingga kepalanya terasa berdenyut nyeri dari jambakan dahsyat itu.
Mawar menghentikan tangisannya, menghapus air matanya lalu dia melepaskan jambakannya, "Aku mau kau hilangkan cctv itu, jauhkan dari pandanganku," tunjuknya pada sembarang arah sebab dia tidak bisa melihat dengan jelas dimana letak cctv itu.
Nico langsung menggeleng tidak setuju. "Tidak." tolaknya.
Mawar kehabisan kata-kata, dia melotot pada Nico. "Hilangkan atau---"