Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan
Mata pemuda itu menatapnya dengan intensitas yang begitu dalam, sarat akan kepasrahan dan dahaga yang tak terluapkan.
"Aku benar-benar ketagihan, Dania. Tubuhmu, aromamu, segalanya tentangmu... aku tidak bisa hidup tanpa ini lagi," bisik Angger serak, seolah mengakui sebuah dosa besar yang tidak ada obatnya.