Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang
Belum sempat ia menahan sakit, sebuah tendangan menyusul dengan kecepatan yang tak mampu diikuti mata.
Sepatu Warrick menghantam telak, dan lengan itu terkoyak lepas dari bahunya, terlempar berputar-putar di udara sebelum jatuh menghantam bebatuan.
Ambrose menatap lengan bajunya yang kini kosong melompong, ujungnya menggantung lunglai penuh darah.
Cairan merah membanjir tumpah tanpa henti membasahi seluruh tanah di bawahnya, membentuk genangan yang terus melebar.