Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
WHERE

WHERE

Sharon Addeline liesourser
“Mereka engga akan percaya, Gideon. Kita engga bisa memaksa mereka.” Danny melangkah sedikit agar lebih mendekati Sharon. “Sharon, sebenarnya ada apa?” Sharon menggelengkan kepalanya. “Walaupun gue jelasin lo engga akan percaya.” Sharon melangkah mundur. “Gideon, gue mau ngecek pintu itu lagi.” Gideon menjentikkan jarinya. “Lo berdua ikut gue dan Sharon!” "Hah mau ngapain?"
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 85 Beses bilang witness
Read
+Library
TEARS of WITNESS

TEARS of WITNESS

Dengan langkah takut, Katnis keluar dari mobil dan mengikuti pria asing itu menuju dalam rumah. Sebelumnya, pria itu mengaktifkan sebuah mini desk yang ada di dekat pintu. Sebuah alat yang dipergunakan untuk mengetahui gerak seseorang. Dinamakan sensor gerak. Sangat terampil sekali pria ini, pikir Katnis. Seluruh ruangan gelap dan hanya minim cahaya. Hampir tidak terlihat apa yang ada di dalam rumah ini. "Duduk di sana dan jangan kemana-mana." Eden menyuruh Katnis untuk ke sofa. Katnis pun tak banyak bicara, dia langsung saja mendaratkan pantatnya di tempat itu.
105.4K viewsOn holdIdinagdag sa Library 145 Beses bilang witness
Read
+Library
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Pagi ini Kanza datang dengan sedikit bertanya-tanya. Saat masuk ruangannya terlihat sedikit ramai, ada pegawai yang tadi malam jadwalnya shift bersama dengan timnya. Ia melihat tanda merah di salah satu layar besar seperti monitor didepannya itu. Layar untuk memantau wilayah Indonesia. Disitu ada Abian yang sudah sibuk memantau bersama pegawai yng bershift malam. Lagi dan lagi Kanza melihat tanda merah yang masih hidup disalah satu titik wilayah.
1010.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 359 Beses bilang witness
Read
+Library
Unknown

Unknown

Ku lihat layar telpon ternyata itu Radit, dengan segara aku mengangkatnya. “Bim,,,”suara Radit di telfon dengan nafas tidak teratur seperti habis berlari. “Njir lu abis ngapain?” “Bimm..”ucapnya lagi seperti susah menjelaskan keadaannya. “Apa anjir lu gak usah buat khawatir, lagi di mana lu?”aku tidak sabar akibat khawatir dengannya. “Gue-Gue kepergok sama komplotanya Bang Rio”
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 73 Beses bilang witness
Read
+Library
My Wish

My Wish

Gadis ini penuh selidik dan sangat berhati-hati, sepertinya ia mempunyai pengalaman yang sama terkait kasus ini. "Jika memang kamera pengawas mati, maka kalian bisa memanggil saksi sebanyak mungkin yang ada di ruangan itu. Lagi pula, kalian takkan bisa menjadikan saya sebagai pelaku walapun memakai alasan kesehatan mental, karena kamera pengawas dekat pintu masuk selalu menyala 24 jam, kalian bisa memeriksanya jika tak percaya" ucapan gadis itu terasa seperti serangan balik untuk detektif yang berada dihadapannya.
105.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 155 Beses bilang witness
Read
+Library
VIGILANTE

VIGILANTE

tanya seorang detektif yang baru saja datang ke tempat kejadian perkara. “Detektif, korban bernama Rena Morland, mahasiswi tahun kedua di kampus ini,” terang officer Tan kepada detektif yang bernama Gale. Gale memerintahkan officer Tan untuk membawa para saksi dan mencari identitas detail dari Rena untuk memudahkan penyelidikan lebih lanjut. Setelah selesai meminta keterangan dari para saksi, officer Tan datang dengan beberapa berkas data lengkap dari Rena. Detektif Gale kemudian meminta officer Tan menemaninya menuju apartemen Rena untuk mencari bukti lainnya.
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 65 Beses bilang witness
Read
+Library
TRUST

TRUST

“Kau mau makan siang apa hari ini?” “Aku ingin makan steak wagyu. Sudah lama aku tak makan daging karna diet.” “Diet? sejak kapan kau diet?” “Sejak pagi ini.” Di balik sosok Helena yang bersinar terang, ada seorang pria yang terus mendukungnya selayaknya bayangan. Pria itu kini bersama dengan Helena, menaiki lift menuju lantai 50. Bukan sekertaris, bukan pula kekasih. Pria itu berkedudukan sebagai COO, Chief Operating Officer. Juan Nathaniel Kurniawan, 32 tahun, dijuluki sebagai pelayan setia Helena. Bahkan ada rumor jika Helena menyuruhnya terjun, ia akan melakukannya.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 61 Beses bilang witness
Read
+Library
SUSAN

SUSAN

kelitku tapi mungkin masih sama sekali tidak terdengar meyakinkan di telinga Sidney. "Dengarkan aku, Susan!" ______"Sungguh aku tidak akan tinggal diam jika sampai ada siapapun yang berani menyakitimu! " "Tidak ada yang menyakitiku kau tidak perlu cemas tentang itu." Sidney masih diam memperhatikanku, kupikir dia hanya sedang menilai kejujuranku. "Aku janji, kau adalah orang pertama yang akan kuberitau jika sampai ada yang berani menggangguku."
1070.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.3K Beses bilang witness
Read
+Library
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Pagi itu Laila datang paling awal dengan sebuah map tebal berlabel WITNESS LIST. Di halaman pertama ada empat nama yang dicetak tebal, disertai ceklis kecil di samping setiap prasyarat hukum: Bagas (rantai barang dan rute perangkat), A.C. (aktor teknis yang kini kooperatif), Kenan (sumpah pelapor internal), dan Auditor Ketiga (pakar forensik independen untuk LUT, gate, dan timecode drift). Di bawahnya, Laila menempelkan sticky note kuning: “Urutan bicara = urutan sebab akibat: alat → eksekutor → saksi sistem → pakar independen.” Ia menyodorkannya ke Arga yang duduk di sudut, tetap off-stage sesuai kompas mereka, tetapi jelas menjadi pusat gravitasi bagi war ro
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang witness
Read
+Library
Vice Versa

Vice Versa

Juan memberi intruksi. “Kami memiliki saksi mata.” Hanna berdiri. “Kami juga memiliki barang bukti.” Ia memberi arahan pada Glen yang bertugas mengoperasikan laptop. Sebuah foto ditampilkan pada layar proyektor. Ia menjelaskan artinya. Tommy beserta teman-temannya memucat. Mereka menatap nanar Hanna. Seolah bertanya, ‘Dari mana kalian mendapatkannya?’
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 93 Beses bilang witness
Read
+Library
PREV
12
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status