Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu

Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu

Malam sebelum pernikahan, aku dan kakak angkatku diculik dalam perjalanan pulang. Keluargaku mengirimkan uang tebusan, tetapi jumlahnya hanya cukup untuk membebaskan kakak angkatku saja. Aku pun diseret ke sebuah pabrik terbengkalai dan disiksa serta dilecehkan selama tiga hari tiga malam. Begitu tunanganku mengetahuinya, dia segera mengeluarkan pernyataan yang dingin. [Nona Muda Keluarga Ambara telah ternoda. Dia nggak lagi pantas menjadi istriku. Pernikahan antara Keluarga Ambara dan Keluarga Wirasena kini dialihkan kepada putri sulung, Diva Ambara.] Aku menjadi bahan tertawaan di seluruh sosialita Cimayang. Orang tuaku pun merasa malu dan mengusirku dari rumah. Di saat aku berniat mengakhiri hidup, Juna Mahendra, putra sulung Keluarga Mahendra yang merupakan satu dari sepuluh keluarga paling berpengaruh di Kota Cimayang, mendadak muncul. Dia mendekapku erat dan berkata sambil terisak bahwa dia tidak peduli dengan masa laluku. Dia bahkan menggelar pesta pernikahan abad ini yang begitu megah untukku. Karena khawatir aku trauma, selama dua tahun pernikahan, dia sama sekali tidak menyentuhku. Di bawah penjagaannya yang tulus, kesehatan fisik dan mentalku perlahan pulih, hingga akhirnya aku menerima cintanya. Satu bulan kemudian, saat aku membawa hasil pemeriksaan kehamilan dan bermaksud berbagi kabar gembira ini dengannya, tanpa sengaja aku mendengar percakapannya dengan mantan tunanganku, Arya Wirasena. "Juna, aku benaran nggak habis pikir sama kamu. Dulu, demi bantuin Diva, kamu tega bawa orang buat ngelecehin Maya. Tapi, sekarang, kamu malah sengaja bikin dia hamil. Mau kamu apa, sih?" Juna mengibaskan tangan, suaranya datar tanpa emosi. "Anak Diva lagi sakit. Dia butuh darah tali pusar bayi buat bertahan hidup, sedangkan kondisi badan Diva sendiri juga lemah." "Maya dulu pernah disiksa kayak gitu saja badannya bisa balik sehat, jadi dia pasti kuat buat melahirkan. Kalau satu anak nggak cukup, ya dua. Kalau dua nggak cukup, ya tiga!" "Memang kejam, sih. Tapi, aku bakal tebus itu dengan nemenin dia seumur hidupku. Buat dia, kompensasi kayak gitu harusnya sudah lebih dari cukup."
2.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 84 fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Kutandatangani Dosa Mereka

Kutandatangani Dosa Mereka

Pada hari putusan pengadilan, tunanganku Ferdi Andrian membujukku untuk tidak lagi mempertahankan pembelaan tidak bersalah dan menandatangani surat pengakuan kesalahan. "Aku tahu kamu tidak bersalah, tapi Hanaya sedang mengandung anakku. Aku tidak bisa membiarkannya masuk penjara," katanya sambil menggenggam tanganku dengan air mata berlinang. Dia menggenggam tanganku sambil menangis tersedu-sedu, "Tiara, aku melakukan ini juga demi kebaikanmu. Tanpa ragu, aku menandatangani surat pengakuan kesalahan. Di kehidupan sebelumnya, aku mati-matian menolak menggantikan Hanaya Halim untuk dihukum. Namun pada akhirnya, bukan hanya aku yang dipenjara, aku juga disiksa oleh orang suruhan Ferdi hingga mandul seumur hidup. Dalam kehidupan kali ini, aku memilih untuk mengikuti keinginannya. Keesokan harinya, berita tentang aku mencuri rahasia dagang menyebar ke seluruh media. Hanaya bahkan tampil sebagai saksi mata. "Ya, itu dia. Aku melihat sendiri dia menyusup ke Perusahaan Lukito!" Namun pada siang harinya, saat persidangan dimulai, penggugat, Rian Lukito, tiba-tiba mencabut gugatan. Di tengah tatapan heran semua orang, dia berlutut dan mengeluarkan cincin berlian. "Tiara, di kehidupan ini maukah kamu menikah denganku?"
5.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 207 fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Pagi ini, aku dan tuan muda kalangan elite ibu kota baru mendaftarkan pernikahan. Sore harinya, dia malah membawaku untuk bercerai. Aku memegang akta nikah dan akta cerai sambil terpaku di tempat. Di sekelilingku, terdengar tawa ejekan dari teman-temannya. "Roman, cuma karena satu kalimat dari Celia, kamu benar-benar bawa nona besar ini nikah lalu langsung cerai?" "Hahaha. Lihat tuh, muka si nona besar sampai pucat. Jangan-jangan mau nangis ya?" Roman malah merangkul adik angkat kami, Celia, dan berucap dengan nada lembut, "Sekarang dua akta sudah lengkap, kamu akhirnya mau senyum ke aku, 'kan?" Celia tertawa ringan. Wajah dinginnya pun merekah dengan senyuman. Aku ingin maju dan mempertanyakan semuanya, tetapi tiga kakakku menarikku kuat-kuat. Kakak pertama, seorang presdir, mengerutkan kening. "Celia cuma bisa tertawa kalau ada Roman. Anggap saja kamu kumpulin pahala." Kakak kedua, seorang aktor papan atas, mendorongku jatuh ke lantai. "Latar belakang Celia menyedihkan. Kamu 'kan punya kondisi bagus, jadi nggak bakal kekurangan pria." Kakak ketiga, profesor biologi, menatapku dengan dingin. "Roman memang sudah seharusnya menikahi Celia. Jangan lagi ganggu mereka." Mereka memaksaku masuk ke mobil, tidak mengizinkanku merusak kebahagiaan cinta pertama di hati mereka. Sistem yang sudah lama menghilang akhirnya muncul lagi. 'Host, misi penaklukkan terdeteksi telah selesai! Apakah ingin segera kembali ke dunia nyata?' Aku duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela dengan murung, hampir tertawa. Drama penuh penderitaan yang kujalani demi misi ini akhirnya berakhir. Mulai sekarang, aku tidak akan ikut campur dalam kisah cinta dan benci mereka lagi!
4.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 135 fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Suami dan Anakku Direbut Sahabatku

Suami dan Anakku Direbut Sahabatku

Di tahun kesepuluh pernikahanku, mantan sahabatku memposting sebuah foto. Putrinya dan putraku masing-masing digendong olehnya dan suamiku. Keempat orang itu berdiri berdekatan dan di bawah foto itu tertulis: "Sudah sepasang 'kan anak-anak kami?" Aku berkomentar untuk foto itu, Pasangan yang sempurna. Detik berikutnya, postingan itu dihapus. Keesokan harinya, suamiku bergegas pulang dan bertanya padaku, "Susah payah aku membuat kondisi Sophie membaik, kenapa kamu malah cari ribut?" Putraku bahkan mendorong dan menuduhku, "Ini semua salahmu! Adikku jadi menangis." Aku mengeluarkan surat cerai dan melemparkannya ke wajah mereka. "Ya, ini salahku! Jadi biar aku yang pergi, semoga kalian berempat jadi keluarga bahagia!"
9.373.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 2.0K fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Jangmi Aurum
Erin, gadis remaja berusia 17 tahun yang mulai jenuh dengan kehidupannya yang begitu-begitu saja. Tuhan sepertinya mengabulkan keinginan gadis itu. Erin mulai merasa kehidupannya berubah. Berbagai gelombang mulai datang menghampirinya. "Astaga! Mengapa mereka melihat ke arah sini dan berjalan mendekatiku??" "...Barra!? Artis ini tinggal disini?! Menginap di rumahku? Satu rumah denganku?! Oh my God... Ya, Tuhan apalagi ini??" "Aku menyukaimu, Erin. Sejak awal aku mengenalmu, aku merasakan sisi hidupku yang hampa mulai terisi... " "Kamu yang namanya Erin, bukan!?" Apa yang akan terjadi pada Erin? Apa dia akan menyerah pada gelombang yang menghampirinya? Atau apa dia akan berusaha untuk mengarungi gelombang itu?
4.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 170 fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Ketika Istri Berhenti Peduli

Ketika Istri Berhenti Peduli

"Bagaimanapun kami jauh lebih berhak dari rejeki yang kamu dapatkan itu, Mas. Bukan adik kamu!" Tangis Naya pecah saat mengatakan itu pada suaminya. "Tapi dia masih menjadi tanggung jawabku. Walaupun dia sudah punya suami dan anak!" Suaminya—Arman—membalas teriakan Naya, tanpa memikirkan bagaimana sakitnya hati sang Istri yang hanya menerima nafkah sisa. Ya, nafkah yang diberikan Arman pada Naya merupakan sisa setelah memenuhi kebutuhan adik dan ibunya. Mereka terus merongrong Arman agar memberikan seluruh gajinya. Sedangkan Naya, harus berhemat demi mencukupi kebutuhan dirinya dan juga Daffa—anak mereka. Ibunya Arman selalu menebar fitnah terhadap Naya. Ia juga kerap menyuruh Arman menceraikan Naya agar gajinya bisa dirinya kuasai. Padahal, kenyataannya ia hanya ibu tiri Arman. Wanita yang Arman sebut Ibu itu ternyata adalah orang yang sudah membunuh ibu kandungnya sendiri. Bagaimana cara Naya mempertahankan rumah tangganya? Apa cara yang dilakukan oleh Naya agar Arman bisa percaya jika wanita yang selama ini dia panggil Ibu ternyata seorang pembunuh? Yuk ikuti setiap cerita Naya dan Arman yang penuh lika-liku.
1077.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 2.9K fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Camelia

Camelia

Sampai diusianya yang ke dua puluh dua, Camelia mengira bahwa ayah kandungnya telah meninggal dunia. Hingga suatu hari, saat ia merapikan barang-barang milik almarhumah ibunya, ia menemukan surat yang ditujukan kepada dirinya. Camelia melakukan segala cara untuk dapat bekerja di perusahaan ayahnya. Masalah mulai memanas saat atasannya mencurigainya bermain api dengan komisaris perusahan yang sebenarnya adalah ayah kandungnya sendiri. "Dari pada berpacaran dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi ayahmu, bagaimana kalau kamu menjadi wanita simpananku saja? Selain sama-sama mendapatkan kemewahan, kamu juga akan mendapatkan nilai plus lain, yaitu kepuasan dalam hal bercumbu rayu denganku." (Narasangsa Abiyaksa) "Dengar baik-baik ya, Pak Aksa. Berhati-hatilah Bapak dari tindakan dan berprasangka buruk. Karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya ucapan. Bapak tidak mengenal saya. Sebuah opini yang hanya didasari oleh prasangka tanpa fakta-fakta, itu disebut juga sebagai fitnah, Pak Aksa yang terhormat. Saat semua kebenaran itu terkuak, saya hanya berharap semoga ego Bapak tidak sampai tercampak dan luka parah!" (Camelia Wiryaatmaja)
1031.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 906 fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Cinta, Dendam, dan Takdir

Cinta, Dendam, dan Takdir

Saat seluruh keluarga merayakan ulang tahun adikku, aku dikunci di pabrik terbengkalai, dengan darah yang terus mengalir. Adikku menyewa empat preman, menyiksaku hingga nyaris mati. Dengan sisa tenaga, aku merangkak sedikit demi sedikit mengambil ponsel, lalu menelepon suamiku. "Laurent, aku terluka parah, cepatlah datang selamatkan aku ... di pabrik yang nggak jauh, nggak akan menyita banyak waktumu." Mendengar suaraku yang rendah hati dan lemah, suamiku mencibir, "Elena, menangis nggak mempan, sekarang mulai jual kasihan, ya?" "Kamu sampai tak segan melakukan apa pun demi merusak pesta ulang tahun adikmu. Cepat bawa hadiah dan pulang untuk minta maaf padanya. Kalau nggak, kali ini kamu nggak akan kuampuni!" Belum sempat aku berbicara, dari seberang telepon sudah terdengar suara adikku memanggilnya. Suamiku tidak tahu, pada detik telepon itu ditutup, aku sudah tidak membutuhkan pengampunannya lagi. Dia juga tidak tahu siapa mayat berbau busuk yang membuatnya, seorang ahli forensik senior, mengernyit dan menghindar. Itu adalah istrinya sendiri yang telah dia benci selama bertahun-tahun.
17.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 470 fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Tersadar Setelah Menikah Bertahun-tahun

Tersadar Setelah Menikah Bertahun-tahun

Saat aku hamil tiga bulan, suamiku menyuruhku menggantikan asistennya minum arak. "Fellyn itu masih muda, badannya lemah, nggak bisa minum. Apa salahnya kamu bantu sedikit?" Aku baru mau bilang kalau aku sudah mabuk, tetapi Andrew secara paksa menyelipkan satu teko arak ke tanganku. "Kamu kira aku nggak tahu toleransi alkoholmu? Sok manja apa sih? Habisin semua!" Sambil berbicara, dia menyanjung para klien di meja itu. "Istriku dulu bertarung sendirian di dunia bisnis. Andalannya ya toleransi alkoholnya ini. Dia nggak pernah tumbang! Kalian minum saja sama dia sampai puas!" Di telingaku langsung dipenuhi sorakan berniat jahat. Dalam pandanganku, Fellyn bersembunyi di belakang suamiku dengan takut-takut sambil terisak manja. "Bos, suasana di sini seram banget, aku mau pulang ...." Tanpa menunggu aku berbicara, Andrew membawanya pergi lebih dulu dengan penuh rasa sayang, meninggalkanku sendirian menghadapi sekelompok pria yang bau alkohol. Aku tersenyum pahit, mendongak dan menenggak habis arak di tanganku. Setelah menahan diri bertahun-tahun, yang kudapat justru penghinaan. Pernikahan ini lebih baik tidak dilanjutkan.
1.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 35 fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Aku Butuh Uangmu Bukan Tampangmu, Mas!

Aku Butuh Uangmu Bukan Tampangmu, Mas!

Ansus Asyra
"Mas, token listrik habis, tuh! Apa kamu enggak dengar dia sudah bernyanyi sejak tadi pagi?!" tegur Alisa kepada suaminya yang asyik memainkan ponselnya. Ya, begitulah kira-kira gambaran keseharian Alisa dan suaminya. Sangat jauh dari kata "bahagia" yang dijanjikan pria itu kala melamarnya. Alisa tidak pernah menyangka jika pernikahannya yang berusia lima tahun kandas karena dia tidak tahan dengan kelakuan suaminya. Bukan hanya main ponsel seharian, Rahman juga tidak ingin bekerja karena tidak ingin diperintah. Lebih kesalnya lagi, ibu mertuanya malah menyuruh Rahman untuk mencari wanita lain sebagai istri keduanya. Akankah Alisa bertahan dan menerima nasibnya dimadu? Ataukah dia akan pergi dan mencari kebahagiaannya?
2.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 63 fois en tant que ya kamu
Read
+Librairie
Dernier
1
...
1819202122
...
50
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status