Luka Yang Sisa Kenangan
“Waktu menerima surat terakhir itu, aku selalu nggak sempat membalas. Kemudian akhirnya bisa membalas, aku malah mendapati kamu sudah pindah rumah.”
Gelang perak itu berkilau di telapak tangannya, memantulkan cahaya yang begitu hangat.
“Sekarang, aku ingin mengucapkan hal-hal yang dulu tak sempat kusampaikan.”
Albert meletakkan gelang itu di jari-jari Luna yang masih gemetar.
“Luna, aku selalu yakin kamu akan menjadi penulis hebat dan untuk hari-hari ke depannya, izinkan aku menjadi pembaca pertamamu, boleh?”
Hot Chapters