Kebangkitan Sang Putri Terbuang
QINGYAN
(mengeras, menahan emosi)
"Kalau saja hamba bisa menggagalkan perintah itu, hamba tidak akan membiarkan nona dipermainkan seperti ini!"
Lin Yuexi menoleh, tatapannya melembut sebentar. Ia tahu Qingyan tulus, tapi ia tidak butuh belas kasihan—ia butuh kemenangan.
LIN YUEXI
(dengan suara mantap, dingin)
"Tenang saja, Qingyan. Biarkan mereka menertawakan sekarang... nanti mereka akan menangis sendiri. Pernikahan ini... akan menjadi panggungku, bukan kuburanku."