My Game Boyfriend
"Selama ini, setiap kali kita sibuk dengan urusan masing-masing di kota, aku selalu merindukan momen seperti ini. Momen di mana aku bisa menatapmu sepuasnya, mendengarkan suaramu, dan merasa bahwa aku adalah satu-satunya wanita di duniamu."
"Kau memang satu-satunya," potong Arthur dengan tegas, nada bicaranya berubah menjadi serius namun penuh kelembutan. "Dan akan selalu begitu. Tak ada tempat lain di hatiku ini selain untukmu, Melati. Tak akan pernah ada."