Selingkuh di Dunia Maya
“Kamu pacar satu-satunya yang aku miliki, kamu seorang dan tidak ada yang lain.”
Mendengar kalimat yang diucapkan Hajoon, Weni kembali merasakan pipinya memanas. “Dasar pembohong,” omel Weni.
“Aku sangat jujur.” Hajoon memasang wajah seriusnya. “Aku sulit dekat dengan wanita, tapi hanya bersamamu aku bisa sedekat ini. Hanya kamu,” tekan Hajoon.
Weni terdiam, ia tidak tahu apa ucapan Hajoon serius atau tidak. Tapi ia merasakan hal yang luar biasa dengan kalimat tersebut, hingga rasanya segala perasaannya tak bisa terbendung lagi.