Ada sesuatu yang magis tentang frasa 'my only love'—seperti ada seluruh semesta dalam tiga kata itu. Dalam bahasa Indonesia, terjemahan langsungnya adalah 'satu-satunya cintaku', tapi maknanya jauh lebih dalam. Ini bukan sekadar tentang eksklusivitas, melainkan pengakuan bahwa di antara semua orang, hanya satu yang benar-benar mengisi relung hati. Aku pernah membaca novel 'The Fault in Our Stars' di mana Hazel menggambarkan Gus seperti ini, dan itu membuatku merenung tentang betapa langkanya menemukan cinta yang begitu total.
Dalam budaya pop Jepang, konsep serupa sering muncul di anime seperti 'Your Lie in April' dengan istilah 'hitotsu no ai'. Persepsi 'ke-satu-an' ini sering dikaitkan dengan takdir atau ikatan spiritual. Justru karena itu, terjemahannya kadang terasa kurang pas—karena budaya Indonesia lebih sering memakai 'cinta sejati' atau 'cinta hidupku' yang terasa lebih general.