LOGINเรื่องราวของชายสองคน กับ ผู้หญิงหนึ่งคนพวกเขา...เป็นเพื่อนกัน เล่นกันมาตั้งแต่เด็กวิ่งแก้ผ้าด้วยกันก็เคยมาแล้วอาบน้ำด้วยกันก็เคยมาแล้ว แล้วทำไมพวกเขาจะ×××ด้วยกันไม่ได้ล่ะ?
View MoreHawa panas membuat tubuh Elena menggeliat. Keringat mengalir di dahi dan lehernya, membuatnya menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Tiba-tiba ia merasa ada yang aneh. Tubuhnya seperti tidak tertutupi oleh apapun.
Matanya langsung terbuka dan kesadaran membuat kantuknya hilang seketika. Langit-langit ruangan yang tampak asing membuat keningnya mengernyit. Ini bukan kamarnya. Kepalanya sedikit terangkat untuk melihat tubuhnya yang terasa aneh, dan matanya langsung membelalak."Apa-apaan?" pekiknya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak tertutupi oleh sehelai benangpun, namun seperti ada yang menahan selimut itu.Kepalanya dengan cepat menoleh ke sampingnya dan langsung berteriak ketika melihat bodyguardnya berbaring dengan tubuh polos sama seperti dirinya. Hanya bagian bawah pinggul pria itu yang tertutupi oleh selimut, itupun terlihat menonjol karena sesuatu sepertinya tengah "bangun"."Jack! Apa yang kau lakukan? Brengs*k!" teriaknya murka sambil memukul dada bidang pria itu yang membuat Elena diam-diam menelan ludahnya.Pria itu langsung terbangun dengan gelagapan dan terlihat linglung selama beberapa detik."Apa kau memperkosaku?" bentak Elena dengan wajah memerah karena marah.Pria itu, Jack Peterson, mengangkat tubuhnya dan berkali-kali mengerjapkan mata sambil memijit kepalanya."Aku tidak menyangka kau akan memanfaatkanku," teriak Elena dengan nafas memburu, namun setelah itu menangis.Hilang sudah mahkota yang mati-matian ia jaga untuk sang kekasih yang akan menikahinya dalam waktu dekat. Rasa nyeri di antara kedua kakinya membuatnya tidak nyaman, ditambah lagi dengan hasrat menggebu untuk mengeluarkan air seni di kamar mandi."Tunggu, apa-apaan ini?" Pria itu terlihat benar-benar terkejut ketika melihat kondisi mereka.Elena menatap pria itu dengan sinis. "Kau pura-pura lupa ternyata. Dasar pria bajingan.""Tunggu, kukira semalam aku tidur dengan Claire...oh, sial!" Pria itu meremas rambutnya, terlihat begitu putus asa sekaligus malu. "Maafkan aku. Semalam aku sedikit..."Elena tidak peduli dengan betapa kacaunya pria itu. Ia yang lebih kacau di sini dan sangat dirugikan. Keperawanannya telah hilang dan ia merasa kotor. Bergegas ia berlari ke kamar mandi dengan membawa selimut, meski bagian pribadinya terasa sangat perih."Bodyguard sialan!" umpatnya sambil mengusap pipinya dengan kasar.Setelah mengeluarkan hajatnya, ia menyalakan shower air dingin dan membasahi seluruh tubuhnya yang terasa kotor. Kenapa semua ini bisa terjadi?Ia ingat kemarin malam tengah bercengkerama dengan beberapa kolega bisnis setelah acara puncak perayaan ulang tahun perusahaan ayahnya. Banyak yang memuji kemampuannya karena telah membuat Greenlake Corporation berhasil mengembangkan sayap dan menambah anak perusahaan di bawah naungan Greenlake Group.Lalu tiba-tiba semuanya terlihat samar. Ia masih mengingat bagian dimana ia bersulang dengan ayahnya, ibu tirinya, Bella adik tirinya, dan Lucas kekasihnya. Keningnya mengernyit ketika samar-samar ia melihat Jack juga meminum sampanye di sebelahnya. Dan setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi.Kenapa ia tidak bisa mengingat kejadian setelah itu? Apakah ia mabuk? Tapi ia hanya menyesap minuman itu sedikit karena berencana akan mengunjungi bisnis rahasianya sepulang dari aula hotel.Dan kenapa tiba-tiba ia berakhir di salah satu kamar hotel dengan Jack Peterson, bodyguard yang baru dua bulan ini menggantikan bodyguard sebelumnya yang tiba-tiba mengundurkan diri?Perasaan bersalah menyerangnya. Ia telah mengkhianati Lucas, kekasihnya selama 2 tahun."Apa yang sebenarnya terjadi? Apa seseorang telah meracuni minumanku?" gumamnya sambil memejamkan mata.Elena bukanlah wanita yang lugu dan polos. Ia tahu banyak musuh yang mengincarnya. Sebagai putri kandung keluarga konglomerat dengan perusahaan dimana-mana, banyak yang berusaha untuk menjatuhkan mereka dan ialah yang menjadi sasaran utama.Tidak jarang Elena menerima teror dari pesaing bisnis, namun mereka bersikap seolah-olah partner yang begitu mendukung di hadapannya. Ia sudah tidak heran lagi. Jadi apakah ada musuh yang menyelinap dan berusaha untuk meracuninya melalui minumannya? Tapi kenapa Jack juga kena?"Nona Pierce! Anda baik-baik saja?" teriak Jack sambil menggedor pintu kamar mandi.Elena membuka mata dan buru-buru menuangkan shampoo ke rambutnya. "Aku baik-baik saja! Pesankan aku makanan!""Baik," jawab pria itu, lalu hening setelahnya.Dengan cepat ia menyelesaikan ritual mandinya karena perutnya benar-benar lapar. Seingatnya semalam ia belum makan sama sekali. Setelah selesai dengan mandinya, Elena keluar dengan hanya mengenakan bathrobe.Tidak ada Jack dimanapun, membuat Elena menghembuskan nafas lega. Bergegas ia memakai kembali gaunnya semalam meskipun terasa tidak nyaman. Fakta bahwa gaun dan pakaian dalamnya tercecer di lantai membuatnya malu.Apa Jack melihatnya? Tidak, dia harus segera berpakaian sebelum pria itu tiba-tiba masuk. Setelah selesai berpakaian, ia hendak meletakkan bathrobe itu ke kamar mandi ketika matanya menangkap noda merah yang cukup besar di atas sprei.Jantungnya seperti mencelos. Satu lagi fakta bahwa ia sudah tidak suci lagi karena kejadian yang tidak ia sadari. Rasa marah, sedih, malu, dan merasa bersalah menggerogoti hatinya.Tapi tidak seharusnya ia membentak Jack seperti tadi. Pria itu terlihat sama bingungnya dengannya. Bodyguard sebelumnya memang terlihat dingin dan kaku, sama seperti Jack. Hanya saja Jack terlihat terlalu tampan untuk menjadi seorang bodyguard.Jack Peterson lebih cocok menjadi seorang taipan muda atau kepala polisi yang gagah daripada menjadi seorang bodyguard. Wajah pria itu terlihat bersinar di matanya dan auranya berbeda. Elena yakin pria itu punya kemampuan untuk memimpin ratusan bahkan ribuan orang.Wajah pria itu juga begitu tampan, bahkan jauh lebih tampan dari Lucas. Bayangan dada bidang dan bahu lebar tadi membuat wajahnya terasa panas. Terlebih lagi mereka tadi malam sudah...Elena menggelengkan kepalanya sambil memaki dirinya. Apa-apaan dia yang malah sibuk membayangkan tubuh seksi bodyguardnya itu? Tapi dia adalah perempuan normal. Apakah semalam dia memeluk punggung seksi pria itu? Tadi dia sempat melihat beberapa tanda merah di leher dan dada pria itu. Apakah itu semua ulahnya?"Ya Tuhan, Elena! Kenapa kau malah mesum? Kau sudah punya Lucas," makinya pada diri sendiri.Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Jack muncul dan menatapnya dengan sorot mata dingin. Entah kenapa Elena merasa jantungnya berdetak lebih kencang. Tiba-tiba pria itu terlihat berbeda. Rambutnya yang berantakan dan tatapannya membuat sesuatu dalam diri Elena bergetar. Sialan dengan hormonnya yang aneh."Maaf," ucap mereka bersamaan, membuat Elena berdeham canggung."Maaf aku telah membentakmu tadi," ujar Elena dengan cepat.Pria itu hanya mengangguk tanpa ekspresi. Selama sesaat mereka hanya saling diam."Saya sudah menelepon layanan kamar. Sebentar lagi sarapannya datang." Setelah itu pria itu menuju ke kamar mandi tanpa mengucapkan apa-apa lagi.Tanpa sadar Elena telah menahan nafasnya. Ada apa dengannya? Ketika ia hampir menghela nafas lega, tiba-tiba Jack berbalik. Elena langsung membeku."Nona Pierce..." Pria itu menghentikan ucapannya, terlihat berpikir. Kemudian menatapnya. "Maaf, tidak jadi. Saya mau mandi dulu. Anda tidak keberatan menunggu?""Ya, silahkan. Nikmati waktumu."Begitu pintu kamar mandi tertutup, Elena baru bisa menghela nafas lega. Tangan kanannya menekan dadanya yang terus berdegup kencang."Ck, aku ini kenapa sih? Tidak biasanya aku gugup di depan bodyguardku sendiri," gumamnya. "Bodyguard yang tampan dan seksi."Suara ketukan di pintu kamar hotelnya membuatnya terlonjak. Siapa yang ingin bertamu ke kamar hotelnya? Mendadak hatinya merasa waswas. Apakah ada yang mengetahui keberadaannya di sini?Yang menjadi pertanyaannya, siapa yang menyewa kamar hotel ini? Siapa yang membawanya dan Jack ke kamar ini? Tidak mungkin mereka bisa langsung asal masuk tanpa check in terlebih dulu.Ketukan itu kembali terdengar, membuatnya menelan ludah. Dengan ragu ia mendekati pintu itu, takut jika yang ada di baliknya adalah orang yang dikenalnya. Dalam hati ia berharap bahwa itu adalah layanan kamar yang tadi dipesan oleh Jack.Ketika suara ketukan itu terdengar sekali lagi, dia langsung membuka pintunya. Tubuhnya mematung saat itu juga ketika melihat bahwa yang berdiri di hadapannya bukanlah staf hotel seperti yang diharapkannya."Kukira kemarin aku salah lihat, tapi ternyata memang kau."Elena tidak bisa berkata-kata. Tubuhnya begitu tegang ketika pria di hadapannya menatapnya dingin."Bisa jelaskan kenapa kau berada di sini?""A-aku..."Pintu kamar mandi terbuka, membuat pria di hadapannya membelakkan matanya. Elena hanya bisa pasrah sambil memejamkan mata begitu suara langkah kaki Jack terdengar mendekat."Kau tidur dengan bodyguardmu?"“แม่^^”ทั้งสามคนเรียกฉันเป็นเสียงเดียวกันก่อนจะวิ่งมากอดฉันเต็มรักฮื่อคิดถึงลูกๆมาเหลือเกินแต่ตอนไปเที่ยวก็สนุกมากๆและคิดว่าคงจะดีกว่านี้ถ้าได้พาเด็กๆมาด้วย“เด็กๆ..แม่น่าจะเพลียมากให้แม่ขึ้นไปพักผ่อนเถอะ”แอลเจเดินตามเข้ามาก่อนจะเอ่ยขึ้น“ฉันไม่เป็นไรนะ”ฉันเอ่ยบอกถึงจะเพลียมากจริงๆก็ตาม“ไปพักเถอะโมนาบางทีเธออาจจะท้องอีกก็ได้ให้หมอมาตรวจเลยดีไหม?”คำพูดของซันทำฉันขนลุกไปทั้งตัวพอเถอะแค่3คนก็แทบจะไม่มีเวลาทำอะไรแล้ว“บ้าบอ!”ฉันตีแขนซันที่จริงทั้งสองคนตัดสินใจทำหมันแล้วน่ะหลังจากที่ฉันคลอดเมลออกมาแต่ก็นะทำหมันก็ใช่ว่าจะป้องกันการท้องได้ร้อยเปอร์เซ็น“ถ้างั้นมาดูบาร์บี้ไหมคะบาร์บี้ตอนใหม่มาแล้วนะ!”เมลพูดขึ้นฉันกับเมลเรานิสัยเหมือนกันมากชอบอะไรเล็กๆน่ารักๆรสนิยมการกินการดูก็เหมือนกันสุดๆ“แหวะบาร์บี้อีกละ”ซันพูดขึ้นด้วยสีหน้าเอือมๆสงสัยเมลคงชวนดูบาร์บี้ทั้งวันแน่ๆ“พ่อๆกับแม่ไปพักเถอะครับผมกับพี่จะดูแลน้องเอง”ออกัสพูดขึ้นคือแบบสามคนนี้ดูก็รู้เลยว่าลูกใครบ้าง“ถ้างั้นอย่านอนกันดึกนะ”ซันเอ่ยขึ้นก่อนจะดึงทั้งสามคนมาหอมหัวทีละคน น่ารักจุงสามีฉัน“รีบเข้านอนกันนะพรุ่งนี้เดี๋ยวพ่อพาไปสวนสนุก”ตาม
ซัน PARTสวบบ!“อื้ออซัน!”โมนาครางออกมาเสียงกระเซ่าตอนนี้เธอแม่งโคตรยั่วอารมณ์ผมชะมัด“ละเลือดอึกสกปรก”“โทษทีนะแต่แบบนี้แม่งโคตรได้ใจเลย”ผมเอ่ยบอกพร้อมกับจับใบหน้าเธอมารับจูบผมอย่างเร่าร้อนกลิ่นเลือดคละคลุ้งและเปื้อนไปทั่วตัวของเธอมันไม่ได้ดูสยองแต่ดูเซ็กซี่มากสำหรับผม“โก่งอีกที่รักอ๊าาแบบนั้น!”ผมมองโมนาที่โก่งก้นตามที่ผมบอกร่างบางแนบไปกับโต๊ะทำงานก้นเนียนสวยเด้งไปมาล่อตาล่อใจให้ผม..เพี้ยะ!“อ๊ะซันนโรคจิตนะ!”“ตอนนี้ยอมรับก็ได้”จะว่าโรคจิตก็ใช่ป่ะวะเพราะว่าตอนนี้แม่งโคตรฟินเลยห่าเอ้ยย!“อ๊ะอื้ออซันจะเสร็จ..ฉันจะเสร็จ!”“พร้อมกันที่รัก!”ผมจับล็อคเอวบางไว้มั่นก่อนจะอัดกระแทกแก่นกายเข้าไปมือของผมวนตรงจุดเสียวของเธอโมนาร้องครางลั่นยิ่งกระตุ้นอารมณ์ผมเข้าไปใหญ่และเราสองคนก็เสร็จพร้อมกันเช้าวันต่อมาแอลเจ PART“สวัสดีครับพ่อแม่”ผมเอ่ยทักทายพ่อกับแม่ของโมนาเพราะรู้ว่าตอนนี้โมนากลับมานอนที่บ้านแทนที่จะเป็นที่บ้านของพวกเราที่่อยู่ไม่ไกลไม่ใกล้จากบ้านของพ่อๆแม่ๆพวกเราเสียเท่าไหร่“ดีจ้าโมนายังไม่ตื่นเลยลูก”“ผมขอขึ้นไปนะครับ”“ตามสบายน้า^^”ผมก้มหัวเล็กน้อยเป็นการขออนุญาตมองทั้งสองที่สองยิ้ม
“อึกอื้ออ!”ฉันได้แต่กอดรัดและบางครั้งก็จิกข่วนแอลเจไม่พักเหตุเพราะมันเสียวมากจนหาที่ลงไม่ได้พอฉันกัดปากแอลเจก็บอกไม่ให้ทำแล้วบอกว่าให้มาลงที่เขาก็ได้ไอฉันก็จัดเต็มเลยทั้งรอยกัดรอยข่วนฝากไปทั่วเลยทีนี้“อ๊าาโมนาตรงนี้ของเธอมันสุดยอดมากเลย”ซันพูดพร้อมกับกระแทกเข้ามารัวๆในส่วนของตรงนั้นมันทั้งเสียวและเจ็บแต่พอคุ้นชินมันก็ดันเหลือแต่ความเสียวเอาไว้ซึ่งฉันจะบ้าแล้วค่าาฟินเกินคุณน้าาา!“อ๊าซันนกระแทกเข้ามาเลยอ๊าาแบบนั้น..”“อื้ออแอลเจอย่าเน้นตรงนั้นอ๊าาฉันบอกว่าอย่าเน้นอื้ออ!”ร่างกายก็เหนื่อยยังจะต้องมาเหนื่อยครางอีกตอนนี้ทั้งสองคนต่างก็กระแทกเข้าหาฉันไม่หยุดเสียงครางของเราทั้งสามดังก้องไปทั่วดีนะที่โฮมสเตย์หลังนี้ค่อนข้างเป็นส่วนตัวจึงอยู่ไกลกว่าหลังอื่นๆ“อื้อจะเสร็จแล้วอ๊าาา!!”ฉันกระตุกเกร็งปลดปล่อยออกมาไม่นานสองหนุ่มก็เสร็จเข้ามาในร่างกายของฉันเช่นกันความอุ่นร้อนอัดฉีดเข้ามาจนฉันรู้สึกเสียวท้องไปหมด“สลับเร็วกูอยากลองบ้าง”แอลเจพูดขึ้น“แล้วมึงจะติดใจ”ตามมาด้วยซันและทั้งคู่ก็สลับตำแหน่งกันอยู่แบบนั้นทั้งคืนจนฉันสลบไปอีกตามเคยเช้าวันต่อมา“มึงถ่ายไว้แล้วใช่ป่ะ?”“เออถ่ายแล้ว”“โมนาไม่รู
6เดือนต่อมาฉันได้แต่ยืนสงบจิตสงบใจข้างหน้าของฉันเป็นม่านสีดำแต่ทว่าเมื่อม่านเปิดออกฉันก็จะได้เจอกับคนที่รักของฉันทั้งสองคนที่ตอนนี้กำลังยืนอยู่ที่แท่นพิธีเสียงเพลงบรรเลงคลอมาเบาๆพร้อมกับเสียงพิธีกรที่กำลังพูดถึงบรรยากาศภายในงาน“ตื่นเต้นเหรอลูก?”แม่เอ่ยถามฉันแน่นอนก็ต้องตื่นเต้นสิเพราะนี่มันเป็นงานแต่งงานครั้งแรกของฉันนี่หน่าแถมเจ้าบ่าวก็ไม่ใช่แค่คนเดียวแต่มีถึงสองคนด้วยกัน“แม่ขอบคุณนะคะ^^”ฉันหันไปบอกแม่ฉันโชคดีมากที่ครอบครัวยอมรับเรื่องที่เราคบกันแบบสามคนได้“พูดงี้พ่อน้อยใจนะ”ก่อนจะหันไปหาพ่อที่อยู่อีกข้างฉันเองก็ต้องขอบคุณพ่อเหมือนกันตอนแรกที่เขารู้เขาตกใจมากแต่เพราะเชื่อว่าแอลเจและซันสามารถดูแลฉันได้ดีแน่ๆพ่อก็เลยยอมให้คบกัน“แหม่พ่อคะโมก็ต้องขอบคุณพ่อด้วยสิคะ..ว่าแต่เรียกสินสอดไม่แพงไปจริงๆเหรอ”ฉันถามพ่อถึงแม้พ่อจะอนุญาตให้คบกันจนกระทั่งแต่งงานกันได้แต่พ่อดันเรียกค่าสินสอดชนิดที่ว่าถ้าเราสามคนไปกันไม่รอดฉันก็มีกินมีใช้ไปจนตายแล้วตายอีกกลับมาเกิดอีก3ชาติก็ยังใช้ค่าสินสอดไม่หมดอ่ะ“แพงอะไร..พ่อทำเพื่อโมทั้งนั้นถ้าวันใดวันนึงมันทิ้งลูกสาวพ่อขึ้นมาจะทำไง”ฉันหัวเราะออกมาเล็กน้อยแต่





