Se connecterตามจีบ ตามเปย์เธอมาตั้งนานแต่สถานะดันเป็นได้แค่ รุ่นพี่-รุ่นน้อง เหตุผลหลักๆก็คือ ไม่คู่ควร! อีกฝ่ายฐานะสูงเสียดฟ้า แต่อีกฝ่ายกลับวิ่งวุ่นทำงานใช้หนี้ทั้งปีทั้งชาติ “กับไอ้แค่เศษเงินแสนเดียว ทำไมไม่ขอพี่?” สำหรับคนบางคนมันก็คงเป็นแค่เศษเงิน แต่สำหรับคนบางคนมันแทบจะให้ชีวิตใหม่กับตัวเองได้เลย แต่ไม่ว่าจะผลักไสผู้ชายคนนี้อีกสักเท่าไหร่ เขาก็ยังคงยืนยันที่จะอยู่เคียงข้างเธออยู่ดี ไทม์ บริหารปี4 หล่อ สุภาพ สายเปย์ เป็นที่ชื่นชอบของใครหลายคน หื่นนิดๆ นิสัย : เอาใจใส่ มีความเป็นผู้นำ ไม่หวงเงินกับคนที่ตัวเองรัก แต่บางครั้งก็ออกแนวบังคับให้ทำตามใจของตัวเอง “พี่ซื้อมาให้เราไม่ได้จะให้คนอื่น ถ้าเราไม่เอา ของพวกนี้ก็ไม่มีความหมายสำหรับพี่” มีนา บริหารปี2 สวยหวาน แต่ไม่ค่อยมีความมั่นใจในตัวเอง นิสัย : ชอบด้อยค่าตัวเอง ขี้เกรงใจ “ฉันไม่อยากดึงพี่เขาลงมาอยู่ในโคลนตมกับฉัน” “เมื่อกี้พี่กดเลขอะไรไป” “1215ค่ะ” “จำไว้ด้วยล่ะ ประตูห้องนี้พี่เปิดให้เราเข้ามาได้ตลอดเวลา”
Voir plus“Apa maksud kamu, Ziya?” tanya Khayra dengan tubuh yang bergetar. Sekuat tenaga dia tetap berdiri tegak, walau baru saja mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan.
“Aku hamil, Kak. Anak ini milik Yuda,” isak Ziya.
Degh!
“Ba-bagaimana bisa?” Khayra mendadak tidak bisa berkata-kata. Air mata sudah memenuhi pelupuk matanya. Dadanya terasa begitu sesak, seakan baru saja mendapat hantaman besar.
“Aku berani bersumpah, Kak. Ini anak dari Yuda, kalau Kak Khayra tidak percaya, kita bisa lakukan tes DNA,” isak Ziya.
“Ziya, Yuda adalah calon suami Kakak. Kami akan menikah dua bulan lagi. Ba-bagaimana bisa kalian—?” air mata yang sejak tadi ditahan oleh Khayra, akhirnya tumpah ruah membasahi pipinya. Hatinya benar-benar sakit sekaligus tidak percaya. Kedua tangannya berkeringat, bahkan kedua kakinya seakan sudah tidak mampu menopang tubuhnya.
“Maafkan aku, Kak,” isak Ziya menundukkan kepalanya. “Kami melakukannya dalam keadaan tidak sadar, kami sama-sama mabuk saat itu,” isak Ziya.
Khayra tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hatinya teramat sakit, kekasih yang sudah bersamanya selama lima tahun ini, bahkan mereka akan segera menikah dalam kurun waktu satu bulan. Bagaimana bisa, adik sepupunya Ziya, bisa melakukan hal itu dengan calon suaminya.
“Kak, tolong lepaskan Bang Yuda. Biarkan dia menikahiku, aku tidak mau anak ini lahir tanpa seorang Ayah,” ucap Ziya yang berjalan mendekati Khayra. Wanita itu mengambil tangan Khayra penuh permohonan. “Lepaskan Ayah dari anakku, Kak. Biarkan aku yang menikah dengannya.”
Khayra masih bungkam, wajahnya sudah pucat. Khayra menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Ziya.
“Biarkan aku sendiri,” ucap Khayra membalikkan badannya. Dia berjalan dengan langkah gamang, tatapannya kosong dan tubuhnya terasa begitu dingin.
Khayra masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Tubuhnya luruh ke lantai saat itu juga dan tangisan pecah di sana.
Tega sekali mereka melakukan hal ini padanya. Kekasih yang sudah Khayra temani dari nol, lima tahun yang lalu hingga sekarang. Impian dan harapan yang sudah mereka ukir bersama kita hancur seketika. Dan Ziya, adik sepupu yang sangat dia sayangi.
“Kenapa kalian tega sekali padaku? Apa salahku pada kalian? Hiks ....”
Khayra memukuli dadanya dengan bogem tangan, dia merasakan sesak yang teramat di dadanya hingga dia kesulitan untuk bernapas.
“Aku harus bagaimana sekarang, Ma, Pa?” isaknya.
***
Sesampainya di kantor, Khayra mengambil duduk di kubikelnya, salah satu rekan kerjanya baru saja datang dan menyapa Khayra.
“Tumben nih datang pagi banget,” seru Sunny saat menempati tempat duduknya.
“Ada yang lebih pagi dariku. Mungkin dia datang setelah salat subuh,” jawab Khayra dan berhasil membuat Sunny terkikik.
“Pak Kaivan memang selalu stand by. Bisa jadi dia berangkat ke kantor setelah tahajud,” kekeh Sunny.
“Khayra, ke ruangan saya!” panggil Kaivan yang baru saja keluar dari ruangannya.
Sunny memberi kode mata pada Khayra untuk segera menemui singa lapar itu, kalau tidak mau diamuk nantinya.
Khayra beranjak bangun dan berjalan memasuki ruangan Kaivan. “Anda memanggil saya, Pak?” tanya Khayra.
“Kamu selesaikan laporan ini. Itu untuk meeting pak Darmono besok pagi, aku ingin selesai siang nanti,” perintah Kaivan dengan nada datar.
“Baik, Pak.” Kaivan melihat Khayra, wajah wanita itu terlihat sangat sembab, walau tertutup make-up, tetapi masih terlihat bekas dia menangis di sana.
Khayra berlalu pergi meninggalkan ruangan Kaivan. Wanita itu kembali duduk di kursinya dan mulai membuka berkas di tangannya.
Sampai sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya. Khayra mengambil ponselnya dan melihat pesan masuk dari Yuda, kekasihnya.
“Yang ... aku mau bicara, pulang kerja nanti, aku jemput, ya.” Itulah isi pesan dari Yuda.
Khayra tertegun. Dia belum siap untuk bertemu dan bicara dengan Yuda. Hatinya masih sangat sakit. Dadanya terasa sesak. Hatinya sudah hancur lebur tak berbentuk lagi.
Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah hubungan. Mereka sudah melakukan pertunangan, tapi pada akhirnya Khayra hanya menjaga jodoh wanita lain.
Khayra segera menyeka pipinya karena kaget oleh sesuatu yang diletakkan di atas mejanya. Wanita itu menengadahkan kepalanya dan ternyata Kaivan berdiri di depannya, memberikan satu gelas berisi kopi.
“Fokus bekerja.”
Setelah mengatakan itu, pria itu berlalu pergi meninggalkan Khayra dalam kebingungan. Atensinya tertuju pada gelas berisi kopi susu di depannya. Dia juga melihat ke meja Sunny yang ternyata wanita itu tidak ada di mejanya. Khayra bahkan tidak menyadari pergerakan mereka berdua.
Khayra mengetik sesuatu di ponselnya. “Beri aku waktu, aku ingin menenangkan diriku. Akan kuhubungi kalau aku sudah siap bertemu.”
Wanita itu menyeka air matanya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. “Fokus, Khayra,” gumamnya dan mulai bekerja.
Dia mengambil gelas yang diberikan Kaivan tadi dan meneguknya. “Em?” dia tertegun sesaat setelah meminumnya sedikit. “Rasanya enak, manisnya pas dan ada rasa creamy,” gumamnya.
Tanpa terasa waktu berlalu hingga Khayra menyelesaikan dokumen yang diminta oleh Kaivan tadi pagi. Ia segera menyerahkannya dan menghela napas panjang setelah keluar dari ruangan bosnya itu.
Namun, belum lama kembali ke kubikelnya, sebuah suara bariton mengejutkan semua orang di ruangan.
“Laporan macam apa ini, Khayra!” Kaivan melemparkan berkas ke atas meja membuat Khayra tersentak kaget. Wanita itu menundukkan kepalanya.
“Bagaimana saya bisa memberikan laporan ini pada direktur kalau isinya seperti ini?” tanya Kaivan.
Suara keras Kaivan yang memarahi Khayra terdengar menggelegar. Karyawan lain berusaha abai, mereka sudah sangat memahami manajernya. Kaivan memang terkenal sebagai manajer paling galak di perusahaan. Tetapi dia juga dikenal sebagai sosok yang sangat melindungi anak buahnya, dia tidak akan membiarkan pihak atau divisi lain memperlakukan anak buahnya tidak adil.
“Maafkan saya, Pak. S-saya akan perbaiki lagi,” jawab Khayra masih dengan kepala tertunduk.
“Mudah sekali kamu bilang maaf. Sudah saya bilang, fokus bekerja. Profesional, walau kamu punya masalah pribadi. Jangan bawa-bawa ke pekerjaan!” bentak Kaivan.
“Saya akan perbaiki lagi, Pak.” Khayra masih menahan dirinya untuk tidak menangis karena bentakan Kaivan.
Kepalanya sudah mau pecah memikirkan masalahnya, dan sekarang dimarahi atasannya. Memang benar, Khayra selalu langganan kena marah Kaivan, tapi kali ini dia tidak bisa tahan. Pertahanannya sedang goyah.
“Selesaikan. Jangan pulang sebelum selesai.” Kaivan menatap Khayra dengan tajam di depannya.
“Ba-baik, Pak.”
Khayra mengambil berkas di atas meja dan membawanya kembali ke kubikel. Gadis itu menghirup udara sebanyak-banyaknya, lalu menghembuskannya perlahan.
“Kamu nggak apa-apa, kan? Pak Kai kayaknya lagi datang bulan, makanya marah-marah terus,” gurau Sunny membuat Khayra tersenyum kecil. Dia mengerti kalau rekannya itu ingin menghiburnya, tapi saat ini … Khayra hanya ingin lekas pergi dari sini.
Sepanjang sisa hari itu, Khayra melakukan tugasnya dengan hati-hati. Dia berulang kali memeriksa ulang dokumen yang harus diperbaiki, agar tidak ada yang terlewat dan mengundang amarah bosnya lagi.
Khayra menghela napas lega begitu semuanya selesai tepat waktu. Ia tidak menunggu lama dan langsung pulang begitu waktunya tiba. Dadanya sudah terasa sangat menyesakkan dan Khayra tidak bisa menahannya lagi.
Namun, saat hampir sampai di kediamannya, langkah kaki Khayra berhenti begitu mendapati sosok tidak asing yang berdiri tak jauh darinya.
“Ngapain kamu di sini?!”
“วันนั้นแม่ต้องขอโทษหนูด้วยนะจ๊ะ”แม่ของไทม์กอบกุมมือบางด้วยสีหน้ารู้สึกผิดกับเหตุการณ์ที่เกิดขึ้นในร้านกาแฟ เพราะเอาแต่ฟังความเดียวจากนีน่าก็เลยคิดว่ามีนาต้องเป็นตามแบบที่พูดมีนานึกย้อนไปถึงวันนั้น วันที่นีน่าตอบกลับคนอื่นไปว่าเป็นแฟนของไทม์ซึ่งแม่ของเขาก็ไม่ได้ปฏิเสธ ยอมรับว่ามันเป็นวันที่เธอรู้สึกแย่จริงๆ แต่มันก็ผ่านมา3ปีแล้ว เธอไม่ได้รู้สึกอะไรแล้ว“ไม่เป็นไรเลยค่ะ”มีนาตอบกลับด้วยรอยยิ้ม“พ่อก็ด้วยนะที่เคยละเลยหนู”เป็นพ่อของไทม์ที่พูดขึ้นบ้าง“ค่ะคุณพ่อ”ไทม์ได้แต่มองด้วยสายตาเรียบเฉย แม้ว่าพ่อกับแม่ของเขาจะรู้แล้วว่าสิ่งที่ตัวเองรู้มันไม่ใช่เรื่องจริงและขอโทษต่อมีนาแล้ว แต่สำหรับเขา ความผิดหวังที่มีต่อทั้งคู่ยังคงอยู่เต็มอก ทั้งสองไม่ใช่ใครที่ไหน แต่เป็นพ่อแม่ของเขา พ่อแม่ที่ควรจะเชื่อใจลูกชายของตัวเองมากกว่าคนอื่น แต่ทั้งคู่กลับไม่เชื่อแถมยังทำพฤติกรรมแย่ๆใส่มี
หลายสัปดาห์ต่อมา“แก แบรนด์นี้ใช่ป่ะที่เขาเอาแฟนเก่ามาเป็นพรีเซ็นเตอร์อ่ะ สุดจริง! ตอนนี้กำลังเป็นกระแสสุดๆ!”“ใช่ๆ เห็นว่าเคยคบกันช่วงมหาลัย มีแต่คนดราม่าว่าผู้หญิงเกาะผู้ชายกิน”“แรงม๊าก! แล้วจริงป่ะ!”“ฉันก็ตามอ่านอยู่นี่ไง แต่เหมือนว่าจะมีแต่คนบอกว่าไม่จริงนะ ชีวิตเขาน่าสงสารมาก แล้วข่าวลือพวกนั้นก็เกิดขึ้นจากความอิจฉาของพวกผู้หญิงที่อยากได้ผู้ชายจนตัวสั่น”“โหยย แล้วเขาเลิกกันทำไมวะ?”“เหมือนเพื่อนสนิทของฝ่ายหญิงมาโพสต์ด้วยนะว่าแม้จะเลิกกันแต่ฝ่ายชายก็ไม่ยอมห่าง ให้นางอัปเดตชีวิตฝ่ายหญิงให้ตลอด แล้วตอนนี้ก็กลับมาคบกันอีกรอบแล้ว”“อ๊ากก ธงเขียวตัวพ่อ! คลั่งรักสุดๆ!”“มึง แต่สร้อยท
“ไอคนบ้า ฮื่ออ..”มีอายจะตายอยู่แล้ว ไทม์มองมีนาที่เอาหมอนปิดหน้าด้วยความอาย นั่นก็เพราะว่าพวกเขาพึ่งโชว์หอมแก้มท่ามกลางพนักงานหลายสิบคนที่มาเป็นสักขีพยานในการกลับมาคบกันในครั้งนี้“อายอะไรครับ เดี๋ยวตอนแต่งงานก็ต้องจูบโชว์คนทั้งงานอยู่แล้ว”มีนาได้ยินแบบนั้นก็ยิ่งเขินเข้าไปใหญ่ ใบหน้าหล่อได้แต่ยิ้มอย่างเอ็นดูก่อนจะจับอีกฝ่ายเข้ามากอดแน่น“ตอนนี้ก็ถอดได้แล้วนะครับ”“ถอดอะไรคะ”“เสื้อใน”มีนามองใบหน้าหล่อที่ส่งยิ้มเจ้าเล่ห์มาทางเธอ ดูก็รู้ว่าเขาต้องการจะทำอะไร ซึ่งเธอเองก็อยากทำมันเหมือนกัน“ถอดเองสิคะ”ไทม์ถึงกับชะงักไปเล็กน้อยเมื่อโดนเล่นงานกลับ เจ้าตัวหัวเราะออกมาเบาๆก่อนจะเปลี่ยนเป็นขึ้นคร่อมอีกฝ่าย มีนามองไทม์ด้วยหัวใจที่เต้นระรัว นานมากแล้วจริงๆที่ไม่ได้มีเซ็กซ์ มันก็ตั้งแต่ที่เธอกับไทม์เลิกกันนั่นแหละ
“อื้มม..”ไทม์ยกมีนาขึ้นอุ้มเดินเข้าห้องนอนในขณะที่ริมฝีปากของทั้งสองยังไม่ผละออกจากกัน มีนารับรู้ถึงความนุ่มของที่นอนเธอลืมตาขึ้นมามองใบหน้าหล่อของไทม์ที่ตอนนี้กำลังคร่อมเธออยู่ สายตาของเขามองเธอเต็มเปี่ยมไปด้วยความรัก เช่นเดียวกันกับเธอที่มองเขาด้วยความรักเช่นกัน“ตอนนั้น..”มีนามองไทม์ที่จู่ๆ ก็ทำสีหน้าเศร้าออกมา“ตอนที่พี่บอกเลิกหนู”มีนาเม้มปากเล็กน้อย ในตอนนั้นเธอเป็นฝ่ายสร้างเรื่องแท้ๆ เธอควรที่จะเป็นฝ่ายบอกเลิกเขา แต่ใจมันก็ไม่กล้า สุดท้ายก็ไปกดดันไทม์ให้พูดออกมาแทน คิดแล้วก็เป็นความเจ็บปวดที่แสนสาหัสจริงๆ แต่ถ้าไม่ทำแบบนั้น เธอคงไม่ได้มีความสุขและไม่ได้เป็นตัวของตัวเองอย่างเช่นทุกวันนี้“พี่ไทม์ มีขอโทษ มีผิดเอง มีขี้ขลาด มี..”“มีนา”เสียงของไทม์นั้นนุ่มลึก มีนาน้ำตาคลอเบ้า เธอเห็นแก่ตัวและปล่อยให้อีกฝ่ายจัดการทุกอย่าง เธอทำชีวิตของเขาพัง ทำให้ไทม์ต
หลังจากร้องไห้อยู่นาน มีนาก็ค่อยๆผละตัวออกมาจากอ้อมกอดของไทม์ ความอบอุ่นจากอ้อมกอดของอีกฝ่ายยังคงอบอวลอยู่รอบตัวเธอ“ดีขึ้นรึยัง”มือหนาประคองแก้มใสอย่างเบามือ ดวงตาคมแสนจะอ่อนโยนมองมาที่มีนาด้วยความห่วงใย
“นี่บ้านพี่ไทม์เหรอคะ”มีนาเอ่ยถาม สายตาของเธอมองดูรอบห้องกว้างๆ มันไม่ใช่ห้องสี่เหลี่ยมเล็กๆ แคบๆ เหมือนคอนโดทั่วไป แต่นี่มันเหมือนกับบ้านขนาดย่อมเสียมากกว่า ทั้งกว้าง หรูหรา แถมภายในห้องยังอบอวลไปด้วยกลิ่นของเจ้าห้องอีก “ชอบจัง”มีนาคิดในใจ เมื่อเข้ามาถึงห้องนี้ก็คิดว่าเหมือนเธอได้แนบชิดติดกับไทม
ผับ JD “wassup น้องชาย ไม่เจอกันซะนาน คิดถึงว่ะ”ใบหน้าหล่อเพียงแค่ยิ้มเล็กน้อย ก่อนจะเดินเข้าไปกอดอีกฝ่ายเป็นการทักทาย “เป็นไงบ้างครับพี่ สบายดีนะ”ไทม์เอ่ยถามอย่างเป็นกันเอง “สบายดี ช่วงนี้ไม่ค่อยได้เจอกันเลยนะ พี่ชายคนนี้ก็คิดว่าอินเลิฟอยู่ซะอีก”ไทม์ระบายยิ้มออกมา ปกติเขามักจะมาที่ผับแห่งน
ผับ JD พอมาถึงที่หมาย มีนาก็รีบเข้าไปเปลี่ยนชุดทันที เวลางานของเธอเริ่มต้นตั้งแต่หนึ่งทุ่ม ยาวไปถึง ตีสอง ค่าจ้างวันละ1,200บาท และไม่รวมทิปรายคน ร่างบางสำรวจตัวเองในกระจก ชุดเด็กเสิร์ฟเหล้าของร้านนี้จะไม่เหมือนร้านอื่น ผู้ชายใส่ชุดสูทหูกระต่าย มีที่คาดผมกระต่ายหูยาวสีดำที่ต้องใส่ทุกคน ส่วนผู





